Share

3 Pasien Anak Hepatitis Misterius di Indonesia Meninggal Dunia, Kemenkes: Mereka Negatif Covid-19

Kevi Laras, MNC Portal · Kamis 05 Mei 2022 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 337 2589507 3-pasien-anak-hepatitis-misterius-di-indonesia-meninggal-dunia-kemenkes-mereka-negatif-covid-19-xoLtWy1N1h.jpg Juru bicara Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Muncul wabah hepatitis misterius di dunia dan telah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan, bila ketiga anak yang meninggal diduga mengidap Hepatitis tersebut, negatif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan dalam Update Perkembangan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia hari ini (5/5). "Ketiganya negatif Covid-19 ya," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam Konferensi Pers secara online, Kamis (5/5/2022)

Ketiga pasien anak tersebut telah dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, dengan dugaan Hepatitis Akut belum diketahui penyebabnya telah meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Baca juga:  Hepatitis Terdeteksi di 300 Anak-Anak di 20 Negara di Seluruh Dunia

Sehubungan dengan ketiga anak tersebut, yang meninggal dunia akibat Hepatitis akut masih belia karena usia 2 hingga 11 tahun. Nadia menegaskan, dua dari pasien yang berusia 8 dan 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

 Baca juga: Kemenkes Ungkap 8 Gejala yang Bisa Jadi Hepatitis Misterius Pada Anak-Anak

"Usia 2 tahun memang belum divaksinasi, sedangkan yang usia 8 tahun baru mendapatkan vaksinasi 1 kali dan yang 11 tahun juga sudah divaksinasi," jelasnya

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Lebih lanjut, disampaikan bila mereka merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Kendati demikian, Kemenkes berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Juga Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

"Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” katanya

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini