Share

Rektornya Posting soal Mahasiswi Berpenutup Kepala Manusia Gurun, Ini Tanggapan ITK

Tim Okezone, Okezone · Selasa 03 Mei 2022 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 03 337 2588659 rektornya-posting-soal-mahasiswi-berpenutup-kepala-manusia-gurun-ini-tanggapan-itk-4dUe6Cie5s.jpg Rektor ITK Prof Budi Santosa Purwokartiko PhD (Twitter)

JAKARTA - Pihak Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menanggapi dugaan SARA dalam tulisan sang rektor Prof Budi Santosa Purwakartiko. Pihak ITK menilai, itu merupakan tulisan pribadi sang rektor.

Pihak ITK pun meminta selanjutnya pemberitaan mengenai Budi Santosa tidak dikaitkan dengan institusinya.

Karena itu, ITK meminta selanjutnya untuk pemberitaan terkait Budi Santosa tidak dikaitkan dengan kampus. Media dapat menghubungi langsung Budi Santosa untuk meminta tanggapan.

"Dengan ini, kami informasikan bahwa tulisan Prof Budi Santosa Purwakartiko tersebut merupakan tulisan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan jabatan beliau sebagai rektor ITK," tulis ITK melalui akun resmi Twitternya dikutip, Rabu (3/5/2022).

Sebelumnya, rektor ITK menjadi sorotan atas postingannya di akun media sosial Facebook pribadinya. Dalam postingan itu, ia mencantumkan "12 mahasiswi yang diwawancarai tidak ada satupun yang menutup kepala ala manusia gurun sehingga otaknya benar-benar open minded" yang kemudian jadi polemik.

Dugaan SARA itu terjadi saat Budi Santoso Purwokartiko dalam wawancara Program Dikti, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) LPDP.

Berikut ini tulisan lengkap Prof Budi Santosa Purwakartiko di Facebook-nya:

Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo. Yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3,5. Bahkan beberapa 3,8 dan 3,9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus dengan nilai IELTS 8, 8,5 bahkan 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145, bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100). Luar biasa. Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial kemasyarakatan dan asisten lab atau asisten dosen. Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi; apa cita-citanya, minatnya, usaha2 untuk mendukung cita-citanya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dsb. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: inshaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dsb. Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi2 di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang. Dan kebetulan, dari 16 yang saya wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir. Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara2 maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita karya teknologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini