Share

Angkat Bicara Terkait Survei Elektabilitas Pemilu 2024, Puan: Itu Hanya Pegangan

Antara, · Kamis 28 April 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 337 2586710 angkat-bicara-terkait-survei-elektabilitas-pemilu-2024-puan-itu-hanya-pegangan-f3i4rsByB1.jpg Puan Maharani. (Foto: Dok DPR)

JAKARTA - Politisi PDIP Puan Maharani mempunyai prinsip terus bekerja untuk rakyat dalam upaya memenangkan hati rakyat termasuk untuk gelaran Pemilu 2024. Dia menyebut sejumlah hasil survei terkait elektabilitas dirinya dijadikan sebagai bahan pegangan.

"Kita harus terus turun bertemu rakyat, membantu rakyat, menyejahterakan rakyat. Kita harus gotong royong, gotong royong, gotong royong," Kata Puan dalam keterangannya diterima di Jakarta Kamis.

Dia juga mengajak kader PDIP agar semakin solid. PDIP ‘berkuasa’ selama dua periode dan targetnya tentu untuk menang lagi pada pesta-pesta demokrasi berikutnya.

"Jadi kalau kita ingin PDIP kembali menang di 2024, maka kita harus solid, solid, solid. Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Ibu Ketua Umum," kata Ketua DPR RI itu.

Puan tidak khawatir jika ada hasil survei capres yang menunjuk perorangan, menampilkan elektabilitas. Dia mengatakan hal yang harus dilakukan adalah kerja turun lapangan dan jangan terpengaruh survei.

"Jangan terpengaruh oleh hasil survei. Itu hanya jadi pegangan," kata Puan.

 Baca juga: Survei Indikator: 3 Parpol di Parlemen Berpotensi Terdepak pada Pemilu 2024

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, elektabilitas Puan memang masih di bawah calon lain dari partai yang sama.

“Masih ada waktu untuk Mbak Puan memperbaiki elektabilitas, waktu masih ada setahun lagi. Tetap saja bekerja,“ kata Sirojudin.

Dalam dua bulan ini, Puan banyak tampil dengan hasil kerja nyata, seperti disahkannya UU TPKS. Puan juga bersafari ke sejumlah kantong-kantong NU, dan melanjutkan silaturahmi yang dibangun sejak era kakek Puan, Presiden Soekarno.

Sirojuddin mengatakan tiap calon presiden memiliki komunikasi publik yang berbeda, ada yang memperkuat basis digital mereka. Kemudian, katanya sudah hampir mendekati 60 persen masyarakat Indonesia punya media sosial.

"Semakin baik sosialisasi semakin besar peluang untuk terekspose pada komunitas itu,“ kata Sirojuddin.

Namun lanjut dia populer tidak selalu jadi pilihan. Calon presiden PDIP menurut dia tentunya harus yang dikehendaki oleh pemilih PDIP, jika tidak dikehendaki oleh pemilih bisa jadi pemilih PDIP akan pergi.

Dan menurut Sirojuddin pekerjaan rumah bagi Puan untuk memenangkan hati pemilihnya. Puan masih perlu bekerja lebih baik lagi meyakinkan pemilih PDIP sendiri.

"Internal, apakah pemilih PDIP menginginkan mbak Puan maju sebagai calon presiden. Pemilih PDIP sendiri masih menjadi mayoritas, ini terlihat dalam dua survei terakhir, dimana suara PDIP masih di atas 20 persen," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang bertajuk ‘Evaluasi Publik atas Kinerja Pemerintah, Prospek Partai Politik dan Calon Presiden 2024’ mengurut tingkat popularitas sejumlah tokoh.

Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, pihaknya menemukan bahwa 98,1% responden mengaku kenal dengan Prabowo dan 76% mengaku suka; Anies Baswedan 88% mengaku kenal, 77,1% suka; Sandiaga Uno 76% tahu, 89% suka; Ganjar Pranowo 72,9% kenal, 86,2% suka, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kenal 69% dan suka 77%, Puan Maharani kenal 67%, suka 55%, Ridwan Kamil 66% kenal, 89% suka; Erick Thohir 53,6% kenal, 75,9% suka; dan Airlangga Hartarto 35% kenal, 67% suka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini