Share

Cerita Putri Raja Singasari Selamat dari Serbuan Pasukan Kediri

Alyssa Nazira, Okezone · Rabu 27 April 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 337 2585536 cerita-putri-raja-singasari-selamat-dari-serbuan-pasukan-kediri-EumUztubHu.jpg Ilustrasi (Foto : Istimewa)

PARA penyerbu dari Kediri murka dengan Singasari karena jatuhnya korban di tangan para pengawal Kertanegara yang berani. Meski tak berpanglima, mereka datang dan langsung merangsek ke Keraton Singasari.

Secepat kilat mereka menyerbu ke dalam ruangan demi ruangan, dan akhirnya mereka mendobrak pintu ruang rahasia di bangsal perempuan yang khusus digunakan untuk ritual Tantra.

Para penyerbu yang beringas ini kemudian dikejutkan oleh pemandangan yang menurut mereka memalukan bagi raja, ratu dan sejumlah warga keraton yang sedang berada dalam berbagai pose yang ganjil dan awut-awutan, meneggak bergelas-gelas tuak dan asyik bersama para yoginis, alih-alih berperang layaknya ksatria.

Di dalam ruangan tersebut rupanya ada sang raja, Kertanegara, yang sedang melakukan ritual Tantra Kiri. Para penyerbu pun masuk, kemudian mengamuk dan tanpa ampun membantai seisi ruangan, tak terkecuali Kertanegara. Setelah itu, mereka memporak-porandakan seisi kota, memburu tawanan-tawanan penting dan melakukan penjarahan.

Saat penyerbuan tersebut terjadi, untungnya Gayatri sedang tidak berada di bangsal utama keraton. la sedang belajar di kamarnya yang terletak di dekat kamar pelayan pribadinya, seorang perempuan baik hati lagi bijak yang memiliki anak seumuran Gayatri.

Sodrakara lari terbirit birit ke kamar Gayatri, menangis dan sejenak memeluknya. la mengabarkan bahwa segerombolan tentara kejam telah menerobos istana dan membunuh kedua orangtuanya.

Kakak sulungnya Tribhuwana telah kabur dari kota, berharap dapat bergabung dengan suaminya Pangeran Wijaya. Adapun dua kakaknya yang lain tertangkap dan diduga diboyong ke Kediri sebagai sandera.

Sodrakara meminta agar Gayatri cepat-cepat menyamar dengan mengenakan pakaian anaknya, lalu sembunyi bersamanya.

Gayatri yang mendengar hal tersebut tidak menangis ataupun panik. Ia tak peduli bahaya yang ada di sekelilingnya, ia bertanya di mana jenazah kedua orangtuanya berada, karena penting baginya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua orangtuanya tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini