Share

4 Negara Asal Hacker yang Menggemparkan Indonesia, Nomor 3 Pernah Menyadap SBY

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 26 April 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 337 2585132 4-negara-asal-hacker-yang-menggemparkan-indonesia-nomor-3-pernah-menyadap-sby-wxkpG3ABAg.jpg ilustrasi: shutterstock

AKSI para hacker di Tanah Air sering kali terjadi dan menghebohkan. Pasalnya para hacker ini mengambil atau mengubah data atau informasi-informasi penting yang disimpan dalam database pemerintah atau instansi. Umumnya aksi peretasan ini dilakukan oleh hacker dari berbagai belahan negara.

(Baca juga: Disadap, SBY Kirim Surat ke Australia)

Berikut merupakan negara asal para hacker yang pernah melakukan aksinya terhadap Indonesia dilansir beragam sumber, Senin (25/4/2022).

1. Rusia

Pada Januari 2022 lalu, data Bank Indonesia berhasil diretas oleh hacker asal Rusia. Hacker Rusia itu menggunakan nama ransomware Conti. Situs itu melampirkan 16 folder file dalam postingan terkait Bank Indonesia. Sekitar 487,09 MB data dan 838 file milik BI diduga telah dicuri. Data-data tersebut merupakan bagian dari Stastistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia yang tersedia di website BI dan dapat diakses publik.

Diketahui, ransomware merupakan jenis program jahat yang dapat mencuri hingga menyandera data korban sehingga tak dapat dibuka oleh pemiliknya. Nantinya para hacker bisa mengancam untuk mempublikasikan secara bebas data pribadi korban, kecuali jika korban membayar uang tebusan.

2. Brazil

Hacker asal Brazil mengaku meretas situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Indonesia pada 2021 lalu. Peretasan situs itu pada laman www.pusmanas.bssn.go.id. Ketika diretas, web tersebut tak bisa diakses. Hacker itu menggunakan nama theMx0nday dan membagikan tangkapan layar situs yang sudah mereka deface. Deface ialah pembajakan sebuah situs web dan mengubah tampilannya.

Perubahan tersebut bisa meliputi berbagai tampilan seperti terdapat iklan mengganggu hingga perubahan konten halaman. Hacker yang berasal dari Brazil ini menyatakan melakukan aksinya ini didasari sebagai balas dendam karena orang Indonesia melakukan peretasan pada situs-situs Brazil.

3. Australia

Sempat terjadi perang hacker antara Indonesia vs Australia, pada 2013. Perang cyber dimulai karena munculnya isu penyadapan yang dilakukan badan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menterinya di tahun 2009.

Hal ini terungkap dari dokumen yang dibocorkan mantan pegawai National Security Agency, Edward Snowden. Dokumen itu menjelaskan bahwa agen mata-mata Australia memata-matai Presiden SBY, istri SBY, Wakil Presiden, dan beberapa menteri lain.

Hacktivist asal Indonesia kemudian mengumumkan daftar ratusan situs Australia yang diklaim telah berhasil dibajaknya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Aksinya ini sebagai protes atas tuduhan spionase yang dilakukan Kedubes Australia terhadap Indonesia. Hacktivist Indonesia, yang menyebut dirinya Anonymous, ini juga melakukan serangan lanjutan yang diberi sandi perang #OpAustralia (Operation Australia). Hacker Indonesia menargetkan pada pengambilalihan situs Badan Intelijen Australia dan sempat membuat down laman tersebut.

4. China

Pada 2021, peneliti keamanan Internet dari The Record mengungkapkan ada 10 Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Indonesia yang dibobol oleh Mustang Panda Group asal China. Salah satunya ialah situs Badan Intelijen Negara.

Para hacker dari China itu menggunakan private ransomware bernama Thanos. Aksi pembobolan situs itu kemudian dikaitkan dengan upaya spionase China. Hal ini disayangkan bisa terjadi karena situs BIN memegang rahasia negara penting.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini