Share

Kepala BNPB: Indonesia Bisa Dibilang Supermarket Bencana

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 25 April 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 337 2584859 kepala-bnpb-indonesia-bisa-dibilang-supermarket-bencana-ujM9czlxHi.jpg Kepala BNPB Letjen Suharyanto (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Kepala Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyebut Indonesia sebagai supermarket bencana. Hal tersebut karena melihat banyaknya bencana alam yang sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami.

"Bahwa Indonesia ini sangat banyak untuk bencananya bahkan Indonesia bisa dibilang supermarket bencana. Segala jenis bencana ini ada di tempat kita," ungkapnya dalam konferensi pers menuju puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 dengan tema Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana, Senin (25/4/2022).

Berdasarkan catatan BNPB, terdapat 127 Gunung berapi aktif di Indonesia. Menurut Suharyanto, kondisi ini berpotensi menimbulkan terjadinya peristiwa gunung meletus hingga gempa bumi.

Ia pun mencontohkan seperti halnya peristiwa di Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta. Suharyanto menjelaskan, dalam studi kasus kesiapsiagaan bencana, masyarakat di sana sudah mengerti dan mafhum apabila terjadi erupsi di lereng gunung.

"Mereka hidup di kaki gunung Merapi ternyata terbentuk kesadaran dan kearifan lokal langkah-langkah yang harus dilakukan apabila Merapi itu menyembur," ungkapnya.

Suharyanto menjelaskan, di kawasan kaki Gunung Merapi ada kelompok yang namanya Pasak Merapi. Saat terjadi erupsi, mereka menyiapkan kendaraan yang sudah terpetakan siapa saja yang harus naik.

“Ada tanda-tanda bahaya peringatan dini, baik yang bersifat modern maupun yang diaadakan oleh masyarakat sendiri,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Suharyanto, yang menarik adalah adanya teknik pengungsian hewan ternak. Di mana masyarakat di sana masih enggan mengungsi jika harta benda, khususnya hewan ternak mereka belum diungsikan saat bencana datang.

"Sehingga di merapi ini ada konsep sebelum orang ini mengungsi terlebih dahulu adalah hewan-hewan peliharaan. Dan di Merapi juga sudah ada fasilitas pengungsian yang diperuntukan bagi manusia dan hewan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini