Share

Terungkap, Alasan Utama Prabowo Mau Jadi Menteri Jokowi

Tim Okezone, Okezone · Senin 25 April 2022 04:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 337 2584501 terungkap-alasan-utama-prabowo-mau-jadi-menteri-jokowi-fR8GnE0hdE.jpg Menhan Prabowo Subianto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, sebagai negara besar Indonesia harus memiliki pemimpin yang menjunjung tinggi persatuan. Sebab, dengan persatuan negara akan menjadi kuat.

Oleh karena itu, dalam menjaga persatuan, masyarakat tak boleh cepat tersinggung, apalagi dengan mementingkan harga diri dan kepentingan pribadi.

Hal itu dijatakan Muzani saat menghadiri silaturahmi dengan ulama, pimpinan ormas, akademisi, dan cendikiawan masyarakat Jawa Barat di Gedung Yayasan Darul Hikam, Bandung, Sabtu (23/4/2022).

"Itulah mengapa Pak Prabowo lebih memilih untuk menjaga persatuan bangsa usai Pilpres 2019. Pembelahan yang mengancam persatuan bangsa amatlah nyata dan Pak Prabowo tak mau bangsa ini terbelah. Karena itu dia memutuskan menjaga persatuan dengan bersama-sama membangun pemerintah di bawah kabinet Jokowi-Ma'ruf," ucap Muzani.

Ia menuturkan, keputusan yang diambil tidaklah populer bahkan, hingga sekarang sering disalahpahami, dan Prabowo kerap mendapatkan cacian. Kendati demikian, kata Muzani, hal itu adalah harga sebuah persatuan dan saat ini suasana menjadi kondusif.

"Pemimpin kita terdahulu telah memberi teladan penting alam menjaga persatuan bangsa. Contoh, Bung Karno memilih meninggalkan Istana Bogor daripada melawan rezim Orde Baru. Meskipun kekuatan Soekarnois amatlah memungkinkan untuk melawan," jelasnya.

Menurut Muzani, Jawa Barat telah memberi dukungan yang berarti kepada Prabowo dan Gerindra dalam Pileg dan Pilpres 2019. Sehingga tanggung jawab Gerindra dalam menjaga komunikasi antara masyarakat Jawa Barat harus tetap terjaga.

"Pak Prabowo menyampaikan terima kasih, dukungan masyarakat Jawa Barat hebatnya tiada tara. Harapan dari para petani, nelayan, pedagang, ulama, habaib, jawara, cendirikan dan semua telah memperkuat posisinya. Namun, tak mungkin perbedaan antara 01 dan 02 itu terus dipelihara karena kita harus menyongsong masa depan," ujarnya.

"Keputusan itu diambil Pak Prabowo semata-mata hanya untuk menjaga persatuan kesatuan rakyat dan bangsa dan itu kita rasakan sampai saat ini," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini