Share

Sederet Alasan Penyebab Mobil Tertabrak Kereta, Kelalaian Sopir Salah Satunya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 22 April 2022 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 337 2583220 sederet-alasan-penyebab-mobil-tertabrak-kereta-kelalaian-sopir-salah-satunya-JDJjmuqjsv.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com/KAI)

KECELAKAAN yang melibatkan mobil dengan kereta api kerap terjadi. Spekulasi tentang penyebab kecelakaan pun beredar di masyarakat. Yang paling terkenal, keberadaan ‘setan budeg’ atau sosok mistis yang mempengaruhi pikiran manusia saat melewati perlintasan kereta api.

Namun, sebenarnya ada faktor-faktor lain yang melatarbelakangi dan tak ada kaitannya sama sekali dengan hal-hal berbau mistis.

Faktor human error atau kelalaian manusia adalah satu hal yang paling sering menyebabkan kecelakaan di perlintasan kereta api. Seperti kecelakaan maut antara minibus dengan kereta api yang terjadi di Pasuruan, Jawa Timur pada Januari 2019.

Sopir minibus lalai dalam mengemudikan kendaraannya. Ia tidak mengetahui bahwa ada kereta yang akan melintas di perlintasan tanpa palang pintu itu. Apalagi, keadaan jalan tanpa penerangan. Pengemudi yang tidak mengetahui medan seharusnya lebih waspada ketika hendak melintasi jalur kereta api. Akibat peristiwa itu, 5 orang tewas (termasuk sopir). Sementara, satu orang lainnya mengalami luka.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu, 20 April 2022. Sebuah mobil LMPV (low MPV) ringsek setelah tertabrak dan terseret kereta api listrik (KRL) di perlintasan Citayam-Depok. Dari rekaman yang tersebar, sopir yang diketahui berinisial AY itu berhasil menyelamatkan diri dan melompati pagar pembatas antara jalur kereta dengan jalan raya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun menyebabkan terhentinya laju kereta dan penumpukan penumpang di beberapa stasiun. Evakuasi penumpang KRL juga langsung dilakukan. Dari kejadian ini, pengemudi ianggap tidak mendahulukan perjalanan KRL, sehingga menyebabkan kecelakaan. PT KAI berencana akan menuntut AY lantaran menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan.

Dari data yang dirilis KAI pada 27 Februari 2022, pada tahun 2021 terjadi 271 kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api, dengan korban meninggal 67 orang dan luka 92 orang. Kedisiplinan pengguna jalan yang rendah menyebabkan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang antara pengguna jalan dan kereta api masih tinggi.

Selain kelalaian pengguna jalan, matinya mesin mobil di tengah perlintasan kereta juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Melansir laman resmi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), mogoknya kendaraan di perlintasan kereta api bukan karena adanya gangguan mistis, sebagaimana anggapan yang banyak beredar di masyarakat. Namun, karena adanya emisi elektromagnetik di palang kereta.

Emisi tersebut juga bisa terdapat di kabel penyalur arus listrik tidak kompatibel yang berada di sepanjang rel kereta. Akibat tidak kompatibelnya emisi elektromagnetik ini, maka akan menimbulkan paparan dan menghasilkan sistem kelistrikan benda lainnya, termasuk ECU atau Electronic Control Unit pada sebuah mobil. Otomatis, akan mengganggu kinerja injektor dan matinya mesin mobil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini