Share

Perayaan Hari Kartini sebagai Wujud Perjuangan Emansipasi Wanita

Zahra Larasati , Okezone · Kamis 21 April 2022 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 337 2583053 perayaan-hari-kartini-sebagai-wujud-perjuangan-emansipasi-wanita-PASblAvd25.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April yang merupakan wujud penghormatan atas jasa Raden Adjeng (R.A.) sebagai tokoh pendidikan bagi perempuan Indonesia.

(Baca juga: Kenang Perjuangan Kartini, Anies Baswedan: Gagasannya Melalui Kata-Kata)

Peringatan Hari Kartini telah ditetapkan secara resmi lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964. Keputusan yang ditandatangani pada 2 Mei ini memuat penetapan R. A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, mengatakan, kesetaraan perempuan menjadi kekuatan dalam pembangunan serta indikator keberhasilan suatu bangsa.

Hal ini disampaikan Safrizal saat membuka peringatan Hari Kartini tahun 2022 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) lewat Unit Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara online melalui YouTube Kemendagri RI serta lewat aplikasi Zoom, Kamis (21/4/2022).

“Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap rajawali, jika dua sayap rajawali itu sama kuatnya maka terbanglah rajawali itu sampai puncak udara yang setinggi-tingginya, namun jika salah satu sayapnya patah maka tak dapat terbanglah rajawali itu sama sekali,” ucap Safrizal mengutip presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

Menurutnya, kesetaraan perempuan hanya dapat dicapai dengan program pemberdayaan untuk membuat perempuan lebih berdaya dan tangguh.

“Keluarga yang tangguh selalu dimulai dari ibu yang tangguh,” ujar Safrizal.

Dia juga mengingatkan pentingnya peran perempuan di masyarakat lewat hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

“Menurut hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, perempuan itu tiangnya negeri, manakala baik perempuannya maka baiklah negeri itu, manakala rusak perempuannya maka rusaklah negeri itu,”tutup Safrizal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini