Share

Usut Tuntas Kasus Penembakan Terhadap Pegawai Dishub Makassar

Tim Okezone, Okezone · Selasa 19 April 2022 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 337 2581777 usut-tuntas-kasus-penembakan-terhadap-pegawai-dishub-makassar-uUgBvDyGyZ.jpg Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Partai Perindo Tama S. Langkun (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Kasus penembakan terhadap Pegawai Dishub di Makassar tidak bisa dianggap sebelah mata. Meskipun motif kejahatannya berlatar belakang asmara, akan tetapi kasus ini menimbulkan korban jiwa. Terlebih lagi, disinyalir ada keterlibatan dari oknum penegak hukum.

Sebagai Partai Politik yang peka terhadap permasalahan hukum di masyarakat, Partai Perindo siap untuk memberikan dukungan untuk penuntasannya.

"Terkait dengan upaya penuntasannya, ada beberapa hal yang menjadi rekomendasi kami. Pertama, usut tuntas dalang, eksekutor, termasuk semua pihak yang diduga terlibat. Korban harus mendapatkan keadilan, atas peristiwa pidana yang menimpanya. Penting juga untuk para pendamping untuk mengawal penegakan hukum dalam kasus ini," kata Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Partai Perindo Tama S. Langkun, Selasa (19/4/2022).

Kedua, lanjut dia, tegakan proses etik secara proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan penjelasan resmi Kapolrestabes Makassar Budi Haryanto, pihaknya mengakui bahwa ada oknum anggota Polri yang diduga terlibat.

Baca juga: 6 Fakta Pistol yang Dipakai Pelaku dalam Kasus Pembunuhan Pegawai Dishub Makassar

Juru Bicara Nasional Partai Perindo itu menambahkan bahwa meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, penegakan proses etik untuk menunjukan bahwa, institusi kepolisian tidak mentoleransi berbagai kejahatan yang dilakukan oleh anggotanya.

Baca juga: Polisi: Eksekutor Penembak Pegawai Dishub Makassar Beli Senjata secara Online

"Dan ketiga, mendorong LPSK untuk melakukan langkah proaktif dalam kaitannya memberikan perlindungan terhadap saksi-saksi dalam perkara ini. Selain perlindungan, penting sekiranya bagi pihak korban (keluarga) untuk mempertimbangkan pengajuan restitusi atau ganti rugi," ujarnya.

Menurut dia, sebagai bahan pertimbangan, sudah ada putusan pengadilan yang mengabulkan ganti rugi (restitusi) terkait kasus pembunuhan. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Menggala Tulang Bawang, Lampung mengabulkan restitusi korban, Arbakyah dalam sidang putusan kasus pembunuhan terhadap korban Sahab Sukri yang tewas tertembak oleh oknum polisi Tulang Bawang pada 19 April 2011. Berkaca dari putusan tersebut, pengajuan restitusi dalam perkara ini sangat mungkin dilakukan.

"Terjadinya peristiwa penembakan ini sangat disayangkan. Semoga saja pemulihan hak korban dalam kasus ini menjadi prioritas dalam penegakan hukum. Dan dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten, mudah-mudahan hal ini tidak terulang kembali," tandasnya.

Baca juga: Ini Alasan Eksekutor Penembak Anggota Dishub Makassar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini