Share

25 Kutipan Inspiratif RA Kartini, Mana yang Kamu Banget?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 20 April 2022 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 337 2581618 25-kutipan-inspiratif-ra-kartini-mana-yang-kamu-banget-5nutmpWH1T.jpg RA Kartini (Foto : Istimewa)

SEBENTAR lagi tanggal 21 April. Seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum perempuan, serempak mengenang sosok Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal sebagai RA Kartini. Beliau adalah pahlawan emansipasi di Indonesia. Jasanya kini dirasakan oleh para perempuan Indonesia yang dapat berpartisipasi setara dengan laki-laki.

Kartini adalah perempuan keturunan ningrat yang cerdas. Ambisinya untuk terus mengenyam pendidikan setinggi-tingginya menimbulkan tekadnya untuk membantu para perempuan terus bersekolah dan memperjuangkan hak-hak mereka. RA Kartini juga terkenal dengan bukunya yang berjudul 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.

Berikut ini adalah kutipan inspiratif dari Pahlawan Nasional RA Kartini yang bisa memacu semangat juang dan belajar para perempuan Indonesia.

1. “Perempuan yang sudah mengenyam pendidikan dan cerdas, memiliki pandangan yang sudah luas, tak akan pernah mampu lagi untuk tetap tinggal dan hidup di dalam tradisi kehidupan nenek moyang.”

2. “Tak ada awan di langit yang kekal untuk selamanya, tidak mungkin hari akan selalu cerah. Setelah malam yang gelap, pagi hadir membawa keindahan. Begitu juga dengan kehidupan manusia, sama dengan alam.”

3. “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti jadi wanita sepenuhnya.”

4. “Rampaslah semua harta benda saya, asalkan jangan pena saya.”

5. “Simpati itu bagi kami adalah kepuasan, kekuatan, bantuan, kegembiraan, dan hiburan.”

6. “Sungguh, anak bangsa itu sendiri, orang perempuan harus memperdengarkan suaranya! Masih bisakah dengan tenang orang mengatakan ‘keadaan mereka baik’ kalau orang melihat dan mengetahui semuanya, yang telah kami lihat dan telah ketahui itu?”

7. “Biarkan banyak orang bodoh, biar kekuasaan atas mereka ada di tangan kita! Kiranya demikianlah semboyan kebanyakan pembesar. Mereka tidak suka melihat orang-orang lain juga menginginkan pengetahuan dan kemajuan.”

Baca juga: Putus Sekolah Umur 12 Tahun, RA Kartini Tidak Pernah Berhenti Belajar

8. “Banyak emansipasi wanita bukanlah untuk persamaan derajat, emansipasi adalah pembuktian diri yang seimbang, antara raga yang tangguh, namun hati senantiasa patuh. Emansipasi ada penerimaan. Penerimaan diri bahwa setiap tempat ada empu yang dikodratkan dan dipantaskan.”

9. “Dan pada pendidikan, jangan hanya akal yang dipertajam, tapi budi pun harus dipertinggi.”

10. “Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawaku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘aku mau’ membuat kita mudah menaiki puncak gunung’.”

11. “Tuhan terhadap kita adalah baik. Hidup ini diberikan kepada kita sebagai rahmat dan bukan sebagai beban; kita manusia sendiri umumnya membuatnya jadi kesengsaraan dan penderitaan.”

12. “Pendidikan untuk wanita sangat penting dalam mendukung perannya sebagai istri dan ibu yang bermimpi besar. Tapi kalau salah kaprah dan menelantarkan anak-anaknya, sama saja dengan jadi bodoh lagi.”

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

13. “Dalam tangan anak terletak masa depan dan dalam tangan ibu tergenggam tangan anak yang menjadi masa depan itu.”

14. “Kami manusia, sama seperti laki-laki. Aduh, berilah izin untuk membuktikannya. Lepaskan belenggu saya! Izinkan saya berbuat dan saya akan menunjukkan, bahwa saya manusia. Manusia seperti laki-laki.”

15. “Kita berharap untuk dicita-citai. Bukan untuk ditakuti.”

16. “Apakah ada kondisi yang lebih buruk dan memalukan selain menggantungkan hidup pada orang lain?”

17. “Tidak menyimpan dendam adalah kebahagiaan yang sebenarnya.”

18. “Berhenti merutuki berbagai hal buruk yang terjadi dalam hidupmu. Tuhan tidak pernah memberinya padamu, tapi kamulah yang memberikan kesempatan baginya untuk datang.”

19. “Tugas manusia ialah menjadi manusia.”

20. “Kesadaran anak-anak harus dibangunkan, bahwa mereka harus memenuhi panggilan budi dalam masyarakat, terhadap bangsa yang akan mereka kemudikan.”

21. “Harta paling suci di dunia adalah laki-laki yang berbudi luhur.”

22. “Tidak ada yang mustahil di dunia ini! Suatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tak dapat disangkal!”

23. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.”

24. “Terkadang, kesulitan harus dirasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang padamu.”

25. "Tiada hal yang lebih indah selain dapat menerbitkan senyum di wajah mereka yang kita cinta."

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini