Share

Cerita Para Wali Cari Kayu untuk Tiang Masjid Demak

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Rabu 20 April 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 337 2581588 cerita-para-wali-cari-kayu-untuk-tiang-masjid-demak-X3vdZuxyps.jpg Raden Patah (Ilustrasi)

DENGAN terinspirasi kisah hijrah Rasulullah Saw, Raden Patah pun berencana membangun sebuah Masjid Agung di Demak Bintoro.Alasan ia membangun masjid sebab masjid adalah 'rumah Allah' yang dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi kaum muslimin kepada Allah Swt.

Selain dapat dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi kaum muslimin, masjid merupakan simbol terhadap syiar dakwah agama Islam yang digelorakan oleh para ulama yang dikomandani oleh Sunan Ampel.

Para ulama itu tergabung dalam suatu organisasi yang disebut dengan Wali Sanga, yakni Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria. Sedang, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Wali Sanga yang paling awal berdakwah di Jawadwipa, pada saat itu telah meninggal dunia.

Para ulama adalah orang-orang yang memiliki keluasan dan kedalaman ilmu-ilmu agama, tempat orang bertanya dan meminta fatwa. Selain itu, orang yang dapat dikategorikan sebagai ulama yaitu apabila memiliki rasa khasysyah (takut dan cinta) yang tinggi kepada Allah Swt.

Dengan demikian, ulama memiliki peran yang sangat besar di dalam masyarakat, yakni memberikan pencerahan kepada rakyat, sebagai uswatun hasanah dengan akhlak dan kepribadiannya yang terpuji, dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, memiliki kepedulian yang amat besar kepada umat, dan seterusnya.

Berbicara mengenai ulama, dalam kenyataannya terdapat dua jenis ulama, yakni ulama haq (ulama akhirat) dan Ulamaus-Suuk (ulama dunia). Tentu, dalam praktiknya para ulama yang tergabung dalam Wali Sanga bukanlah golongan yang kedua, karena mereka tidak menomorsatukan dan tidak tergiur secara berlebihan terhadap glamornya kehidupan duniawi yang semu.

Ulama dunia adalah para ilmuwan muslim yang mengorientasikan ilmunya kepada kepentingan kepentingan duniawi dan melupakan kepentingan ukhrawi. Sebaliknya para Wali Sanga tergolong ulama yang haq (ulama akhirat), sehingga mereka menjadi panutan dan pemimpin umat serta khazanah ilmunya kepada masyarakat. mengajarkan

Itulah sebabnya, demi mewujudkan cita-cita besar yaitu terselenggaranya syiar dakwah Islamiah di Jawadwipa, maka dalam musyawarah antara Raden Patah dengan para Wali Sanga disepakati rencana mendirikan Masjid Agung atau Masjid Jami' Demak Bintoro.

Untuk melancarkan gagasan itu, para Wali masing masing mendapatkan tugas mencari sebuah saka guru (tiang) dari kayu jati. Selain berkualitas tinggi, kayu jati bagi para Wali Sanga melambangkan makna kesejatian. Dengan demikian bahwa pembangunan Masjid Agung Demak Bintoro itu nantinya benar-benar didirikan atas dasar takwa, bukan karena riya'.

Para Wali Sanga terlihat bahu-membahu dalam mewujudkan tugas yang diberikan Raden Patah, yakni saat membuat saka guru dari glondhongan kayu jati yang seragam ukurannya, motif atau modelnya.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini