Share

Prabu Kertanegara Ungkap Rahasia Kubilai Khan Praktikkan Ritual Seks Tantra Kiri

Alyssa Nazira, Okezone · Selasa 19 April 2022 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 337 2581096 prabu-kertanegara-ungkap-rahasia-kubilai-khan-praktikkan-ritual-seks-tantra-kiri-A3ElqjrTMC.jpeg Kertanegara. (Foto: Ilustrasi/Dok Ist)

KERTANEGARA tidak tahu ilmu apa yang dipakai oleh orang Jepang untuk menyerbu Mongol dan menyeru bantuan dari Kahyangan. Tetapi ia tahu bahwa sebagian kekuatan gaib Kublai Khan berasal dari ritual rahasia Buddhis Tantrik, yang dipelajarinya dari seorang biksu Tibet andalannya. Kertanegara mendapatkan informasi tersebut dari teman-temannya yang merupakan orang Champa, yang menyusupkan mata-mata mereka ke istana Khan.

Mereka para penganut Buddhis di Jawa sudah lama mengutamakan Tantra, yang merupakan sebuah ritual agama yang paling sedikit mereka pahami. Padahal, leluhur mereka membangun Borodubur, yang merupakan monumen Buddhis terbesar di dunia, sesuai dengan bentuk Tantra Mandala yang sakral.

Tak ada yang ganjil dalam ritual harian mereka, tapi belakangan Kertanegara mengetahui bahwa Kublai Khan mempraktikkan ritual rahasia yang mempercepat datangnya pencerahan serta memberi kerajaannya kekuatan keramat yang lebih besar. Namanya Tantra Kiri, yang caranya bisa mencengangkan banyak orang.

Baca juga: Mitos Angin Suci yang Libas Pasukan Kubilai Khai di Laut

“Namun, sudah saatnya kau mendengarnya dariku, sehingga kau akan memahami tujuannya yang murni dan sejati,” ujar Kertanegara kepada sang putri, Gayatri dikutip dari buku ‘Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit’ karya Earl Drake.

Tantra berarti ‘menenun’ dan berkaitan dengan penyatuan jiwa dengan asal-muasalnya yang ilahiah. Hanya segelintir orang Hindu dan Buddhis yang menjalani lelaku ini. Salah satu intinya adalah bahwa pencerahan akan datang begitu dewa dan dewi -dua hakikat maskulin dan feminin dalam diri- menyatu. Dari konsep dan aliran teknik meditasi sangat kuno inilah selama ribuan tahun Tantra berkembang menjadi dua cabang yang kerap disebut Tantra Kiri dan Tantra Kanan.

"Tantra Kiri bertujuan mencapai keutuhan melalui perilaku ekstrem, Alih-alih menyangkali godaan dunia, seperti yang diamanatkan aliran Tantra Kanan, pada dasarnya ritual rahasia Tibet ini dilakoni justru dengan menghadapi apa yang selama ini dihindari dan ditakuti setengah mati,” jelas Kertanegara.

Tantra jenis ini pun menuntut pelakunya agar sejauh mungkin mengembangkan seksualitasnya, serta menyamakan diri serta pasangan ranjangnya dengan dewa-dewi, yang penyatuannya akan membentangkan jalan menuju Nirwana.

Lelaku ini umumnya dianggap sangat berbahaya, karena tujuan pencerahan dapat dengan mudahnya beralih ke pencarian kenikmatan. Tak semestinya mereka yang tak suci hatinya menempuh ritual ini.

Meskipun pada hakikatnya, jalur kanan dan kiri ini memiliki tujuan yang sama luhurnya, namun yang satu diraih secara fisik dan yang lainnya secara simbolis. Cara pertama tidak jahat, dan cara kedua baik. Dua-duanya sah dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan suci Buddhisme.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini