Share

Ini Penyebab Kadipaten Demak di Bawah Kepemimpinan Raden Patah Tumbuh Pesat

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Selasa 19 April 2022 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 337 2580887 ini-penyebab-kadipaten-demak-di-bawah-kepemimpinan-raden-patah-tumbuh-pesat-U60Rv1Zgr0.jpg Ilustrasi Raden Patah (Foto: istimewa)

JAKARTA - Kadipaten Demak Bintoro dahulunya adalah sebuah hutan Glagah Wangi yang dihadiahkan kepada Raden Patah dari Prabu Brawijaya V. Kemudian, hutan tersebut disulap oleh Raden Patah dan jadilah Kadipaten Demak Bintoro.

Kadipaten Demak Bintoro yang terletak di dekat Pantai Utara (Pantura) di Pulau Jawadwipa bagian tengah, meski daerahnya banyak pegunungan, tetapi kawasan itu cukup subur lahan pertaniannya.

Maka tak heran, keadaan lahan yang subur itu membuat kualitas hasil pertanian sangat baik. Selain itu, kondisi rakyatnya pun menjadi makmur dan sejahtera.

Daerah Demak Bintoro juga sangat strategis karena dekat dengan pelabuhan di Pantura. Wajarlah jika daerah Demak Bintoro lambat-laun mengalami perkembangan yang cukup pesat, bahkan menjadi pusat perhatian banyak orang.

Baca juga: Ketika Raden Patah Tak Ragu Tancapkan Bendera Islam di Demak

Di daerah yang belum lama dibuka oleh Raden Patah itu pun didatangi para pedagang dari berbagai daerah, termasuk para pedagang luar Jawadwipa yang berlayar menggunaka kapal laut.

Seiring dengan perkembangan waktu, daerah Kadipaten Demak yang dipimpin Radem Patah, ternyata bukan saja menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan rakyat Jawadwipa dan pusat syiar dakwah Islamiah secara komprehensif.

Baca juga: Kisah Raden Patah Serbu Semarang, Warga Non-Muslim Dibiarkan Hidup

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Hal tersebut karena Demak Bintoro merupakan pusat tempat berkumpulnya para tokoh ulama besar untuk meng gelorakan semangat syiar dakwah agama Islam di bumi Nusantara yang dipelopori oleh Raden Patah.

Tokoh ulama tersebut diantaranya di antaranya mertua Raden Patah sendiri, yaitu Sunan Ampel serta putra-putranya Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Selain itu, tokoh ulama lainnya seperti Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Gunungjat Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan sebagainya.

Baca juga: 4 Raja Hebat di Masa Kerajaan Islam, Nomor 2 Usir Portugis dari Sunda Kelapa

Para ulama tersebut sejak awal memang mendukung Raden Patah untuk mengubah hutan Glagah Wangi dan menjadikannya sebuah kadipaten kecil Demak Bintoro.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini