Share

Kelompok NII Ingin Gulingkan Rezim Jokowi Sebelum Pemilu 2024

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 18 April 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 337 2580801 kelompok-nii-ingin-gulingkan-rezim-jokowi-sebelum-pemilu-2024-HlMCaIhsHb.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bukti, dan sejumlah rencana dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang ingin menggulingkan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelum tahun 2024.

Rencana dan barang bukti itu diketahui dari pengakuan 16 tersangka teroris NII yang ditangkap detasemen berlambang burung hantu di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

"Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024," kata Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar kepada awak media, Jakarta, Senin (18/4/2022).

 BACA JUGA:Densus Blak-blakan soal Ribuan Teroris NII di Sumbar, 400 Orang Personel Aktif

Diantara sekian rencana tersebut, Aswin mengungkapkan bahwa, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam golok dan juga mencari para pandai besi.

"Adapun temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka," ujar Aswin.

 BACA JUGA:Polri: Teroris Jaringan NII Punya 1.125 Anggota di Sumbar

Kemudian, Aswin juga menyebut, pihaknua menemukan sejumlah barang bukti dalam bentuk dokumen tertulis yang menunjukkan bahwa jaringan NII di Sumatra Barat memiliki visi-misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo.

"Yakni mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syari’at Islam, sistem khilafah, dan hukum Islam," ucap Aswin.

Diketahui sebelumnya, penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen berlambang burung itu terjadi di dua wilayah yakni Dhamasraya dan Tanah Datar, Sumatera Barat.

"Dari 12 tersangka di wilayah Dhamasraya dan 4 tersangka di wilayah Tanah Datar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan terpisah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini