Share

Polemik Jual Beli Konten Porno, DPP LBH Perindo: Ibarat Dua Mata Pisau

Bachtiar Rojab, MNC Media · Minggu 17 April 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 17 337 2580451 polemik-jual-beli-konten-porno-dpp-lbh-perindo-ibarat-dua-mata-pisau-CZkbhU9Kdc.jpg Podcast Perindo.

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ricky Margono menanggapi polemik mengenai jual beli konten video porno Dea Onlyfans yang menimpa komedian Marshel Widianto baru-baru ini. 

Ricky mengatakan, meskipun Onlyfans adalah sebuah platform yang legal di luar negeri, akan beda ceritanya jika video tersebut dibuat di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut akan menyangkut hukum yang ada di Indonesia. 

"Maka ada asas dan teori, ada asas nasional aktif. Jadi, ketika itu dibuat di Indonesia maka menjadi persoalan yang lain. Ketika dibuat di indonesia ini menjadi pelanggaran terhadap sebuah undang-undang," ujar Ricky dalam Podcast Aksi Nyata, Minggu (17/4/2022). 

Lebih lanjut, Ricky menuturkan, jual beli konten Onlyfans tersebut pun layaknya menjadi dua mata pisau. Karena, selain ambigu dalam pembeliannya, di sana juga terdapat indikasi pesanan yang sama-sama menyangkut ke tanah hukum. 

"Ini dua mata pisau, gak bisa dibilang Dea Onlyfans salah sendiri. Kalau dilihat dari komentar M dia bilang mau membantu dan sebagainya, atau jangan-jangan dia membeli konten itu jadi pesanannya dia, begitu menjadi pesanannya dia, ini menjadi masalah," jelas Ricky. 

Lebih lanjut, komedian tersebut bisa saja terjerat hukum apabila dia yang memesan sendiri konten tersebut. Pasalnya menurut Ricky, selain sebagai pemesan dia bisa saja dicap sebagai dalang di baliknya. 

Baca juga:  Hadapi Pemilu 2024, DPD Partai Perindo Langkat Rapatkan Barisan

"Begitu dia meminta dan memesan, itu di dalam pidana itu ada pernyataan dan dia bisa disebut sebagai otaknya. Inikan jadi masalah," tuturnya. 

Ricky menambahkan, tindakan polisi mengkonfirmasi kepada M bukan hanya sekadar mengkait-kaitkan. Memang, kata Ricky hal tersebut sudah sepenuhnya sesuai hukum. 

"Karena kita berbicara masalah hukum. Hukum pidana dalam hal ini, inikan pidana yang ada di UU ITE dan yang ada di pornografi pornoaksi. Tetap semuanya itu mengarah ke pidana," pungkas Ricky. 

Seperti diketahui, Komedian tunggal Marshel Widianto mengakui jika dirinya membeli konten video asusila Dea Onlyfans. Dia pun harus merogoh kocek hingga Rp1,5 juta untuk mendapatkannya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Ternyata Marshel memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya membeli konten berbau pornografi dari wanita yang memiliki nama lengkap Gusti Ayu Dewanti tersebut. Menurut Marshel, dirinya merasa iba dengan Dea, yang disinyalir mengalami masalah ekonomi.

"Karena gue iba sama dia, karena gue merasakan apa yang dia rasakan. Ketika ekonomi sudah tidak ada, dan semuanya bisa dibilang tidak mendukung," ungkap Marsheldi Polda Metro Jaya, Kamis (7/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini