Share

Bagaimana Nasib Calon Jamaah Haji yang Kembali Tertunda Berangkat karena Batasan Umur?

Jonathan Nalom, MNC Media · Sabtu 16 April 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 16 337 2579873 bagaimana-nasib-calon-jamaah-haji-yang-kembali-tertunda-berangkat-karena-batasan-umur-TK1Poqu828.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj mendorong agar Kementerian Agama RI (Kemenag) memberikan jaminan regulasi terhadap jemaah yang sudah melunasi Biaya Persiapan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441H/2020M.

Terlebih bagi mereka yang tidak dapat berangkat karena batasan umur yang di tetapkan pemerintah Arab Saudi yakni maksimal 65 tahun.

Diketahui berdasarkan data Kemenag ada sebanyak 164.541 orang jemaah yang berada di bawah usia 65 tahun. Sedangkan usia diatas 65 tahun sebanyak 50.636 orang.

Namun, Pemerintah Arab saudi hanya memberikan kuota sebesar 1 juta untuk dunia. Sehingga Indonesia berharap akan mendapatkan 50% dari kuota tahun 2019 sebesar 210 ribu yakni sebanyak 110.500 jemaah.

"Maka saya mendorong supaya pemerintah membuat regulasi yang juga tidak merugikan jemaah haji yang lunas tunda 2020. Sudah ditunda 2 tahun tapi tidak berangkat juga,"kata Mustolih saat dihubungi MNC Portal, Jumat,(15/04/2022).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Mustolih mengatakan bagi mereka yang telah melunasi biaya haji 2020, namun kembali tertunda karena batasan usia. Mereka mesti diberikan jaminan dari Kemenag dimana nantinya dapat diprioritaskan pada musim haji berikutnya.

"Misalnya sisa dari orang-orang yang sudah lunas tapi belum bisa berangkat tahun ini, mesti juga menjadi prioritas untuk tahun yang akan datang,"ujar dia.

"Maka saya kira dalam kondisi semacam ini yang segera harus dilakukan adalah regulasi dari penyelenggaran ibadah haji yang sangat dinamis ini,"kata pengajar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini