Share

KPK: Dua Konsultan Pajak PT Gunung Madu Plantations Segera Disidang terkait Kasus Suap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 15 April 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 337 2579815 kpk-dua-konsultan-pajak-pt-gunung-madu-plantations-segera-disidang-terkait-kasus-suap-wIm6Uhoc7i.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan dua tersangka konsultan pajak yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP). Kedua konsultan pajak tersebut yakni, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM).

Penyidik juga telah melimpahkan berkas penyidikan kedua konsultan pajak itu ke tahap penuntutan. Keduanya bakal segera disidang atas kasus dugaan suap terkait pengurusan nilai pajak PT Gunung Madu Plantations oleh oknum pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

"Karena pemberkasan perkara tersangka RAR dkk telah dinyatakan lengkap oleh tim jaksa, maka dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari tim Penyidik pada tim jaksa," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (15/4/2022).

Setelah adanya proses pelimpahan tersebut, kata Ali, proses penahanan terhadap keduanya akan kembali dilanjutkan kewenangannya kepada tim jaksa penuntut umum. Keduanya akan kembali dilakukan penahanan masing-masing 20 hari kedepan.

Saat ini, Aulia Imran Maghribi masih dititipkan penahanannya di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Barat. Sedangkan Ryan Ahmad Ronas, ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat. KPK mempunyai waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan keduanya.

"Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Ali.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak. Mereka yakni, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji (APA), serta bekas Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani (DR).

Kemudian, tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL). Selanjutnya, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bantaeng, Sulawesi Selatan, Wawan Ridwan (WR) dan eks Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II, Alfred Simanjuntak (AS).

Empat pejabat pajak yakni, Angin Prayitno Aji; Dadan Ramdani; Wawan Ridwan; dan Alfred Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan tiga konsultan serta satu kuasa wajib pajak merupakan pihak pemberi suap.

Angin Prayitno bersama Dadan Ramdani dan sejumlah anak buahnya diduga telah menyalahgunakan kewenangannya melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Mereka diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena berhasil mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin, Dadan, Wawan, dan oknum pegawai pajak lainnya diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun, rincian uang yang diterima para pegawai pajak yakni, sebesar Rp15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2019.

Selanjutnya, para pejabat pajak diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019.

Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani sudah divonis bersalah atas perkara ini. Sementara Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak, sedang dalam proses persidangan. Ryan Ahmad Ronas; Aulia Imran Maghribi menunggu jadwal sidang. Sedangkan Agus Susetyo serta Veronika Lindawati, masih dalam proses penyidikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini