Share

KPK Konfirmasi Mantan Bupati Langkat soal Harga untuk Pemenang Proyek

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 15 April 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 337 2579696 kpk-konfirmasi-mantan-bupati-langkat-soal-harga-untuk-pemenang-proyek-cJaj0zUFyD.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, pada Kamis, 14 April 2022, kemarin. Politikus Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin (TRP).

Penyidik mengonfirmasi Ngogesa Sitepu soal penentuan jumlah uang bagi para pemenang penggarap proyek di Langkat oleh Terbit Rencana Perangin Angin. Hal itu juga dikonfirmasi penyidik kepada dua saksi lainnya yakni, Direktur PT Sinar Sawit Perkasa, Lina dan seorang Kontraktor, Akhmad Zuhri Addin.

"Ketiga saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait beberapa proyek pekerjaan di Kabupaten Langkat yang diduga dalam penunjukkan pemenang pekerjaan proyek dimaksud karena adanya penentuan sejumlah uang oleh tersangka TRP," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (15/4/2022).

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat. Keenam tersangka tersebut yakni, Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin; Kepala Desa Balai Kasih sekaligus Kakak Kandung Terbit Rencana, Iskandar PA.

Baca juga: Komnas HAM: Penahanan Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia Wujud Kepastian Hukum

Selanjutnya, tiga kontraktor yang bertugas menjadi perantara suap yaitu, Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra. Kemudian, seorang pengusaha atau kontraktor, Muara Perangin Angin.

Baca juga: KPK Temukan Aset Bupati Nonaktif PPU Atas Nama Bendum DPC Demokrat

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dalam perkara ini, Muara Perangin Angin ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sedangkan lima tersangka lainnya, termasuk Terbit Rencana Perangin Angin, merupakan pihak penerima suap.

Muara diduga telah menyuap Terbit Rencana Perangin Angin untuk mendapatkan dua proyek di Kabupaten Langkat. Muara diduga menyuap Terbit Rencana melalui Iskandar PA; Marcos Surya Abdi; Shuhanda; dan Isfi Syahfitra.

Adapun, fee yang telah diserahkan Muara untuk Terbit Rencana Perangin Angin yakni sebesar Rp786 juta. Muara sendiri telah menjalani proses persidangan sebagai terdakwa pemberi suap. Sementara lima tersangka lainnya masih proses penyidikan.

Baca juga: Terkait Kasus Suap, KPK Periksa Mantan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini