Share

Kisah Idjon Djanbi, Bule Mualaf Asal Belanda yang Jadi Danjen Kopassus Pertama

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 16 April 2022 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 337 2579638 kisah-idjon-djanbi-bule-mualaf-asal-belanda-yang-jadi-danjen-kopassus-pertama-SdQz7d7xPk.jpg Idjon Djambi (foto: istimewa)

JAKARTA - Pelopor berdirinya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Rokus Bernardus Visser memilih memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi.

Berkat andilnya, keberadaan Kopassus sampai sekarang bisa menjadi salah satu pasukan elite terbaik di dunia.

Visser, sapaannya sebelum menjadi orang Indonesia, sempat menetap di Belanda untuk membantu ayahnya jadi pedagang bola lampu. Namun, setelah Jerman menguasai Inggris, Visser memilih untuk kembali berdinas sebagai tentara.

Alih-alih turun ke medan perang, Visser malah ditugaskan menjadi sopir Ratu Wilhelmina yang saat itu berada di Inggris.

Tidak lama setelah Visser menjadi sopir, dirinya meninggalkan tentara Belanda sebelum akhirnya kembali bergabung beberapa saat kemudian dan menjadi operator radio.

Baca juga:Impian Idjon Djanbi Jadikan Kopassus The Red Devils, Tentara Elite Inggris di Perang Dunia

Visser yang bergabung ke Pasukan 2 Belanda akhirnya ikut terjun ke pertempuran di Perang Dunia (PD) II pada Operasi Market Garden, pendaratan sekutu dengan terjun payung di Arnhem pada September 1944.

Visser sempat kembali ke Belanda pada tahun 1947. Pada masa itu, dirinya sempat mengajak istrinya untuk pergi ke Indonesia.

Istrinya menolak permintaan Visser. Nahas, dirinya harus menerima pernyataan cerai dari sang istri karena hal tersebut.

Baca juga: Idjon Djanbi dan Makna Pisau Komando Tegak Lurus ke Atas dalam Lambang Kopassus

Di Indonesia, sempat terjadi peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dari Kerajaan Belanda. Visser memutuskan pensiun menjadi tentara dan memilih jadi petani di Lembang, Bandung bersama istri barunya keturunan Sunda.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi.

Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.

Kawilarang mempunyai harapan untuk mewujudkan permintaan salah satu temannya yang tewas dalam pemberantasan Republik Maluku Selatan. Kolonel Ignatius Slamet Rijadi, kolega Kawilarang, ingin membuat pasukan khusus dengan kualifikasi para-komando.

Namun, TNI belum punya perwira yang bisa memproduksi prajurit-prajurit berkualifikasi. Nama Idjon Djanbi muncul sebagai salah satu kandidat perwira yang dianggap cocok untuk melatih prajurit TNI baru.

Sugianto akhirnya meminta Idjon melatih para prajurit Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Unit inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kopassus TNI-AD. Dia pun tercatat menjadi Danjen Kopassus pertama.

Baca: Kisah Idjon Djanbi, Pendiri Kopassus yang Lihai Pisahkan Dunia Sipil dan Militer

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini