Share

Kisah Pangeran Jimbun Selamatkan Majapahit dari Pemberontakan Kediri

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Jum'at 15 April 2022 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 337 2579148 kisah-pangeran-jimbun-selamatkan-majapahit-dari-pemberontakan-kediri-gNJ4ksJOG8.jpeg Ilustrasi (Foto : Istimewa)

SIASAT perang kubu Kediri yang ditempuh Prabu Girindrawardhana, yakni menyerang lalu mundur berulang-ulang, ternyata dapat melemahkan mental prajurit Majapahit.

Prajurit Majapahit nampaknya menjadi traumatik atas serangan bertubi-tubi dari Kediri sehingga mereka merasakan kebosanan atau kejenuhan. Bahkan, Prabu Brawijaya V yang telah berbicara dengan para nayaka praja Majapahit serta para tumenggung maupun adipati sekutunya tetapi hasilnya tetap nihil.

Serangan Prabu Girindrawardhana benar-benar tidak dapat ditebak, terlebih karena selama ini Prabu Brawijaya V hanya menerapkan taktik bertahan saja. Usulan dari Sang Manggalayuda Tumenggung Supa maupun Tumenggung Wilatikta supaya Majapahit ganti menyerang Kediri tak disetujui oleh Prabu Brawijaya V tanpa dasar yang jelas.

Puncak dari situasi itu, akhirnya Prabu Brawijaya V mendapatkan suatu gagasan untuk meminta bantuan kepada putranya, Pangeran Jimbun. Sang Pangeran yang menjadi menantu Sunan Ampel itu sangat diharapkan menjadi penyelamat keberadaan Majapahit yang berada di ambang kehancuran.

Pangeran Jimbun pun menyatakan kesanggupannya membantu Kanjeng Ramanya dari ancaman musuh, yaitu Prabu Girindrawardhana. Sejak kedatangannya ke Majapahit, Sang Pangeran segera bergabung dengan para adipati dan tumenggung dalam pisowanan di istana Majapahit untuk membicarakan langkah-langkah menghadapi rongrongan dari Kediri.

Pangeran Jimbun yang telah digembleng oleh kakaknya, Raden Arya Damar, dari Palembang mengenai politik dan strategi perang, nampaknya memang memiliki gebrakan yang cukup dahsyat.

Kepada Ramandanya Prabu Brawijaya V, Sang Pangeran Jimbun menyatakan pendapatnya bahwa tindakan makar yang dilakukan Prabu Girindrawardhana harus ditumpas secara tuntas seakar-akarnya.

Pangeran Jimbun mengatakan, serangan Prabu Girindrawardhana harus dihadapi secara menyeluruh dengan mengerahkan semua prajurit. Semangat prajurit Majapahit harus dibangkitkan untuk menghadapi serangan Kediri.

"Kanjeng Rama," ujar Pangeran Jimbun, "sebaiknya serangan Prabu Girindrawardhana harus kita hadapi secara menyeluruh dengan mengerahkan semua prajurit. Semangat prajurit Majapahit harus kita bangkitkan lagi untuk menghadapi serangan Kediri. Dan, ketika Kediri menyerang lagi, kita sudah siap menghadapinya dengan segenap kekuatan yang telah kita persiapkan,".

Usulan Pangeran Jimbun, tentu disambut dengan sangat antusias oleh Prabu Brawijaya V. Bukan hanya itu, dalam waktu singkat, Pangeran Jimbun segera mengumpulkan para prajurit Majapahit untuk digembleng dan dibakar semangatnya.

Begitulah, sejak kedatangan Pangeran Jimbun di istana Majapahit, para prajurit seperti dibangunkan dari tidur panjangnya. Bukan hanya prajruit Majapahit saja yang digembleng oleh Sang Pangeran, tetapi para prajurit dari kadipaten-kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini