Share

Sudah Lunas, Jamaah Haji Tidak Perlu Bayar Selisih Biaya Haji 2022

Widya Michella, MNC Media · Kamis 14 April 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 337 2578886 sudah-lunas-jamaah-haji-tidak-perlu-bayar-selisih-biaya-haji-2022-xIxr9ignKe.jpg Ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Jamaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2020 tidak perlu membayar selisih Bipih tahun 2022. Kelebihan biaya, nantinya akan disesuaikan dengan Embarkasi keberangkatan masing-masing daerah.

Pada tahun 2020, Pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Bipih senilai Rp35,2 juta. Sedangan Bipih 2022 sebesar Rp. 39,8 juta sehingga ada selisih dengan penetapan Bipih 2022 tersebut.

Meski demikian, selisih itu tidak dibebankan kepada jemaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M. Penambahan biaya akan dibebankan kepada alokasi Virtual Account.

"Jadi bagi calon jemaah haji tunda berangkat yang telah melunasi pada tahun 2020, tidak akan diminta menambah pelunasan. Karena ini dapat ditanggulangi dengan alokasi Virtual Account," kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan resminya, Kamis,(14/04/2022)

Kemudian, Menag Yaqut mengatakan Bipih merupakan salah satu komponen dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Komponen lain dari BPIH adalah biaya protokol kesehatan yang tahun ini disepakati biayanya senilai Rp808.618,80 per jemaah.

Komponen ketiga dari BPIH adalah biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji yang disepakati sebesar Rp41.053.216,24 per jemaah. Jadi total BPIH tahun ini disepakati sebesar Rp81.747.844,04 per jemaah.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menag menyampaikan, semua pembahasan BPIH yang dilakukan Pemerintah dengan DPR menggunakan asumsi kuota 50%. "Asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH adalah sebanyak 110.500 jemaah atau sebanyak 50% dari kuota haji tahun 2019," tutur Menag.

"Ini terdiri dari kuota untuk jemaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang,"ujarnya.

Menurutnya meskipun kuota yang digunakan merupakan angka asumsi, tetapi ini sekaligus menjadi target pemerintah. Ia mengungkapkan hingga hari ini Pemerintah RI terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi.

"Pemerintah optimis, pada musim haji tahun ini kita bisa memberangkatkan jemaah meskipun belum dalam jumlah normal, tapi optimal. Dan kita bisa memberikan pelayanan terbaik," kata Ketum GP Ansor ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini