Share

Wapres: Ramadan Momentum untuk Jadi Umat yang Muttaqin

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 14 April 2022 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 337 2578740 wapres-ramadan-momentum-untuk-jadi-umat-yang-muttaqin-8tvAHT2TJn.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin saat salat tarawih di Masjid Baiturrahman Aceh. (Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyempatkan diri melaksanakan ibadah tarawih di Masjid Baiturrahman Aceh di tengah kunjungan kerjanya, Rabu (13/4/2022) malam.

Dalam kesempatan itu, Wapres mengajak umat memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjadikan diri sebagai umat bertakwa kepada Allah Swt.

“Para ulama, para jamaah tarawih Masjid Baiturrahman yang dimuliakan Allah, dalam bulan Ramadan yang barokah ini harus kita jadikan momentum untuk menjadikan kita orang yang bertakwa kepada Allah. Menjadikan kita umat yang muttaqin,” katanya saat memberikan ceramah.

“Sebab kita tidak cukup hanya menjadi muslimin, mukminin, dan muslimin, tapi harus menjadi muttaqin. Tentu saja harus menjadi mukminin, muslimin itu tidak cukup,” ucap Wapres.

KH Ma'ruf mengatakan, hanya umat yang muttaqin yang memiliki kehormatan di sisi Allah SWT. “Kenapa kita harus menjadi muttaqin? Karena di sisi Allah SWT yang memiliki kehormatan, yang memiliki kalam itu hanyalah orang yang muttaqin.”

Oleh karena itu, Wapres mengajak umat Islam agar di bulan Ramadan ini memperbanyak amalan-amalan supaya menjadi orang yang bertakwa.

“Melalui amalan-amalan ibadah puasa. Puasa juga Allah mengatakan ujungnya adalah supaya menjadi orang yang bertakwa. Dengan (melaksanakan) salat tarawih, dengan tadarus Alquran, dengan banyak memberikan sodaqoh,” tuturnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Wapres mengatakan tingkat kemuliaan seseorang di sisi Allah adalah orang yang bertakwa, bukan karena keturunannya. “Karena apa? Karena kalau kata Allah, karena keturunannya sama. Wahai manusia, saya jadikan kamu dari satu laki-laki dan satu perempuan. Artinya dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Siapapun dia, keturunan apapun dia. Kalau ditanya ujungnya, semua dari Adam dan Hawa. Itulah pandangan Islam.”

“Tapi bagi kita, keturunan tidak bisa dijadikan (jaminan kemuliaan di sisi Allah), dan tidak juga karena sukunya, atau bangsanya. Karena Allah mengatakan yang menjadi kamu (manusia) bersuku-suku saya juga. Tidak juga karena hartanya, tidak juga karena pangkatnya, jabatannya, kedudukannya. Sisi Allah kemuliaan itu adalah karena ketakwaannya, itulah yang harus kita kejar,” tutur Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini