Share

Kejaksaan Menyita Rp54 Miliar dari Perkara Korupsi yang Libatkan IM2, Ini Foto Tumpukan Uangnya

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 13 April 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 337 2578489 kejaksaan-menyita-rp54-miliar-dari-perkara-korupsi-yang-libatkan-im2-ini-foto-tumpukan-uangnya-kVvrSDTRg4.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kejari Jakarta Selatan dan Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Agung RI kembali melakukan penyitaan uang Rp54 miliar dari perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan PT Indosat Mega Media (IM2).

"Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan kembali melakukan penyelamatan kerugian Negara sebesar Rp54.250.691.139," ujar Kepala Kejari Jakarta Selatan, Nurcahyo Jungkung Madyo pada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Menurutnya, uang tersebut merupakan penyelamatan dari perkara Tindak Pidana Korupsi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 787K/PID.SUS/2014 tanggal 10 Juli 2014 jo. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 33/PID/TPK/2013/PT.DKI tanggal 12 Desember 2013 jo. Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 01/Pid.Sus/TPK/2013 tanggal 08 Juli 2013 An. terpidana Ir. Indar Atmanto jo. Surat Perintah Pencarian Harta Benda Milik Terpidana Nomor : Print- 102/M.1.14/Ft.1/05/2021 tanggal 11 Mei 2021.

Tumpukan uang Rp54 miliar (Foto : MPI)

Menurutnya, perkara itu terjadi karena adanya penyimpangan jaringan bergerak seluler Pita Frekwuensi Radio 2.1 Ghz dengan cara menjual internet broadband generasi ketiga (3G) milik PT. Indosat, Tbk yang diakui sebagai Produk IM2 dengan adanya Access Pint Name (APN) pada waktu mengaktifkan atau dijual pada masyarakat. Adapun perbuatan tersebut bertentangan dengan Pasal 33 Undang- undang RI Nomor : 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 58 ayat (3) Peraturan Pemerintah RI Nomor : 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi.

"Perbuatan PT. IM2 tersebut terbukti bertentangan dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI Nomor : 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP," tuturnya.

Dia menerangkan, sebelumnya pada tanggal 23 Maret 2022 Tim Jaksa Eksekutor telah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan Negara yang telah disetorkan sebesar Rp. 253.356.420.991. Lalu, hari ini kembali ditambah dalam bentuk uang tunai sebesar Rp. 54.250.691.139.

"Total penyelamatan kerugian keuangan Negara yang telah disetorkan Jaksa hingga saat ini sebesar Rp. 307.607.112.130," jelasnya.

Dia menambahkan, masih terdapat beberapa asset dari pelaksanaan Sita Eksekusi untuk segera dilakukan Taksasi (Penilaian) agar dapat mencukupi Pidana Uang Pengganti sebesar Rp. 1.358.343.346.674. Adapun rinciannya berupa 1 unit gedung kantor yang berdiri diatas bidang tanah seluas 24.440 M1 2 3 4 5 milik PT. Indosat Mega Media (IM2).

Lalu, 1 unit bangunan yang berdiri diatas bidang tanah seluas 788 M2 milik PT. Indosat Mega Media (IM2), Mechanical Electric dan barang inventaris penunjang gedung kantor milik PT. Indosat Mega Media (IM2), 14 (empat belas) unit kendaraan bermotor roda empat dan 6 unit kendaraan bermotor roda dua. Terakhir, Piutang PT Indosat Mega Media (IM2) dengan total nilai sebesar Rp23.443.546.719.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini