Share

Ade Armando Bonyok, Polda Lampung Pastikan Try Setia Budi Tidak Terlibat Pengeroyokan

Yuswantoro, Koran SI · Selasa 12 April 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 337 2577825 ade-armando-bonyok-polda-lampung-pastikan-try-setia-budi-tidak-terlibat-pengeroyokan-qGLfWjJYzN.jpg Foto terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando viral di media sosial (Foto : Istimewa)

LAMPUNG - Hasil dari konfirmasi dengan Kapolres AKBP Tedy Rachesna dan langsung penyidik Polres Way Kanan melakukan klarifikasi langsung terhadap Try Setia Budi Purwanto yang diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap Ade Armando.

Hasil klarifikasi dengan mendatangi rumah Try Setia Budi Purwanto didampingi Kepala Kampung Lembasung Helmi Ibrahim yang berada di Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu, Kab Way Kanan, Lampung pada Senin tanggal 11 April 2022. Hasilnya, Try Setia Budi tidak terlibat pengeroyokan Ade Armando.

"Petugas kepolisian dari Polres Way Kanan sudah mendatangi rumah yang bersangkutan dan sudah dilakukan klarifikasi," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, Selasa

Dia melanjutkan hasil klarifikasi tersebut, petugas kepolisian telah menemui Helmi Ibrahim selaku Kepala Kampung Lembasung, Blambangan Umpu. Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Helmi Ibrahim membenarkan nahwa Try Setua Budi Purwanto adalah masyarakat kampung setempat.

"Sudah dikonfirmasi kepala kampung setempat membenarkan bawah Try warga setempat dan saat terjadi pemukulan Ade Armando saat unras di depan gedung DPR RI Jakarta. Try masih berada di Kampung Lembasung, Blambangan Waykanan," tuturnya.

"Dipastikan bahwa pelaku pemukulan yang di duga mirip dengan Try bukan masyarakat Kampung Lembasung," kata dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, foto Try Budi Purwanto viral di media sosial berserta alamat tempat tinggal nya. Viral nya foto tersebut berawal terjadinya pengeroyokan terhadap Ade Armando saat unjuk rasa mahasiswa di Jakarta.

Sementara, Pakar Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) Rachmat Krisyantono mengungkapkan, politik kebencian itu muncul sejak kontestasi Pilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan terus memuncak pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.

"Anak bangsa saling serang bukan pada gagasan, tetapi pada aspek SARA yang cenderung negatif dlm suatu kampanye politik identitas yang negatif,” ucap Rachmat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini