Share

Soal Demo 11 April, Ketua DPR Apresiasi Sekaligus Mengecam Aksi Anarkis

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 12 April 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 337 2577674 soal-demo-11-april-ketua-dpr-apresiasi-sekaligus-mengecam-aksi-anarkis-UD65x1UOqh.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto : MPI)

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi kepada elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang melakukan demonstrasi pada Senin, 11 April 2022, siang hingga sore di depan Gedung DPR dengan kondusif.

"Kami mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa secara damai," ujar Puan Maharani, Selasa (12/4/2022) siang usai melaksanakan Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2021-2022.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa terkait penolakan terhadap penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode. Pihaknya siap memfasilitasi tuntutan dari mahasiswa dengan pihak Pemerintah.

โ€œAspirasi mahasiswa sudah diterima DPR dalam pertemuan perwakilan mahasiswa dengan pimpinan DPR,โ€ kata Puan Maharani.

Namun Puan mengecam adanya insiden tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang justru dapat mengaburkan nilai perjuangan dari para mahasiswa tersebut.

Kericuhan dalam aksi mahasiswa pada 11 April 2022 di Gedung DPR Senayan terjadi karena massa di luar mahasiswa menuntut agar mahasiswa tetap melakukan orasi saat hendak membubarkan diri.

"Saya menyesalkan adanya kericuhan antara mahasiswa dengan massa dari sejumlah elemen lain. Tindakan oknum-oknum seperti itu tidak dapat dibiarkan karena telah menodai niat awal adik-adik mahasiswa yang sedang menyalurkan aspirasi secara damai,โ€ ungkap Puan Maharani.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Puan meminta agar para mahasiswa yang benar-benar murni menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah untuk berhati-hati terhadap aksi provokasi oleh elemen-elemen lainnya yang memanfaatkan situasi dan kondisi dengan memancing kericuhan dengan aparat keamanan.

"Kami tentu mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum memprovokasi sehingga terjadi tindak kekerasan dan menimbulkan hal-hal tidak diinginkan seperti ketertiban umum dan lain sebagainya. Tindakan oknum ini merusak demokrasi yang ingin dicapai mahasiswa dalam penyampaian aspirasinya ke DPR. Mari bersama sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai serta bergotong royong dalam membangun bangsa dan negara," pungkas Puan Maharani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini