Share

Saran Kak Seto Agar Remaja Tak Lagi Tawuran, Harus Dilampiaskan Semua Ekspresinya

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 12 April 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 337 2577594 saran-kak-seto-agar-remaja-tak-lagi-tawuran-harus-dilampiaskan-semua-ekspresinya-87YRetdO43.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tawuran antarremaja kerap terjadi di bulan suci Ramadhan 2022 ini, baik di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek. Ketua LPAI, Seto Mulyadi mengatakan, salah satu cara mengantisipsinya pemerintah harus melakukan upaya menyediakan penyaluran aktivitas anak dari energi berlebih.

"Dengan remaja menyalurkan dan mengekspresikan perasaan-perasaan berlebih atau frustasi yang mungkin dirasakan itu dengan sesuatu yang menunjukkan egonya bisa diakui oleh lingkungan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, salah satunya dengan membuat sejumlah perlombaan bagi anak, seperti lomba melukis, menyanyi, menari, dan semacamnya. Bahkan, menyediakan kegiatan positif lainnya bagi si anak atau remaja lantaran potensi mereka bukan hanya dari aspek akademiknya saja.

"Kadang sudah dalam tertekan tapi aktivitas ini terlalu dituntut hingga bisa tumbuhkan frustasi di kalangan remaja. Artinya, dilampiaskan dengan ledakan-ledakan tindakan yang mengarah kriminal tadi, apalagi dengan Ramadhan ini emosi bisa meledak dengan cara yang tidak wajar," tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu menerangkan, manakala ada remaja yang berurusan dengan hukum atau kepolisian, kepolisian juga bisa membuat atau menggencarkan langkah preventif dan promotif guna mengantisipasi remaja terjerumus kriminal. Kegiatan itu juga bisa dilakukan bekerja sama dengan berbagai elemen, termasuk RT/RW.

"Sehingga memposisikan polisi sahabat remaja, jadi bukan sebagai penangkap, tapi pembina sebagai awalnya," terangnya.

Dia menambahkan, LPAI sejatinya telah banyak menyampaikan ide-ide penanganan anak atau remaja agar tak terlibat aksi yang menjurus ke kriminal pada berbagai pihak terkait. Bahkan, LPAI mempersiapkan sarana penyaluran potensi remaja secara virtual.

"Jadi secara virtual itu kami menyelenggarakan acara virtual. Jadi, ada sesuatu yang membuat asik, ada satu membuat kesibukan yang positif, aktifitas penyaluran dari ekpresi emosi negatif tadi ke arah positif sehingga setiap anak bisa merasa diakui dan merasa bangga pada dirinya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini