Share

Babak Belur Diamuk Massa, Ade Armando ke Senayan untuk Bikin Konten

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Senin 11 April 2022 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 337 2577237 babak-belur-diamuk-massa-ade-armando-ke-senayan-untuk-bikin-konten-HoZJtAEwff.jpg Ade Armando (Foto : MPI)

JAKARTA - Sekretaris Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) Nong Darol Mahmada membantah kehadiran Ketua PIS, Ade Armando yang datang di tengah massa aksi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, hanya untuk ikut-ikutan. Ia mengatakan Ade datang untuk membuat salah satu konten mengenai aksi massa tersebut.

Awalnya, Nong Dara mengatakan, Ade Armando berangkat sebagai Ketua PIS. Dalam aksinya Ade membawa sebanyak empat orang, di antaranya dua penulis dan dua lagi juru kamera.

"Kedatangan Ade untuk membuat konten dari acara aksi tadi, itu akan dijadikan sebagai salah satu konten untuk pergerakan Indonesia untuk semua. Jadi gak benar yang dibilang di salah satu akun media sosial bahwa bang Ade ikut-ikutan (aksi)," kata Nong Darol dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/4/2022).

Dia menegaskan bahwa Ade memang memiliki tujuan ketika hadir di tengah-tengah massa aksi. Karena itu,ia kaget ketika Ade Armando justru menjadi sasaran serang massa.

"Perlakuan si penyerang yang biadab tidak berperikemanusiaan, bersikap sangat keja,m mempermalukan bang ade karena itu , kami meminta aparat untuk mengusut kasus ini," tuturnya.

Sebelumnya, aktivis Media Sosial Ade Armando babak belur diamuk massa pendemo 11 April di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/4/2022). Terkait hal itu, Polri menyatakan akan menindak tegas pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando saat demonstrasi 11 April di Gedung DPR.

"Siapapun yang terbukti melakukan perbuatan pidana akan diproses," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto menyesalkan adanya tindakan anarkis yang dilakukan massa aksi dalam gelaran unjuk rasa 11 April di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat. Akibat darin kericuhan itu, pegiat media sosial dan 6 anggota polisi harus jadi korban.

"Kita sangat perihatin ada enam aparat kepolisian harus berdarah karena kegiatan ini," ujar Untung saat konferensi pers di lokasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini