Share

Deretan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah yang Bikin Heboh, Libatkan Politikus hingga Artis Terkenal

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 10 April 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 337 2576156 deretan-kasus-penipuan-jual-beli-tanah-yang-bikin-heboh-libatkan-politikus-hingga-artis-terkenal-hwDQABLeZx.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Kasus penipuan tanah banyak terjadi di Tanah Air. Kerugian yang dialami korban mencapai miliaran rupiah. Meskipun masyarakat diwanti-wanti waspada, selalu saja ada yang lolos dengan modus operandi yang semakin bulus.

(Baca juga: Ngabalin Bilang Banyak Oknum yang Catut Nama Petinggi KSP)

Berikut ini adalah kasus-kasus penipuan jual beli tanah yang terjadi di Indonesia dilansir dari beragam sumber, Sabtu (9/4/2022).

1. Penipuan Jual Beli Tanah di Kendal

Seorang warga Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal berinisial NR (50) mengalami nasib apes setelah ditipu oleh lelaki berinisial SR (44) alias Gendus, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. Berdasarkan keterangan Kapolres setempat, penipuan terjadi pada September 2021. Mulanya korban NR ditawari SR tanah seluas 1.992 meter persegi yang ada di Kelurahan Kupang.

Setelah bernegosiasi, terjadi kesepakatan harga Rp1,5 juta meter persegi. SR menggunakan modus dengan mengaku sebagai pemilik tanah. Bahkan dia menunjukkan fotokopi sertifikat tanah untuk membuat korban semakin yakin padanya. Maka pada 5 Oktober 2021, korban memberikan uang sebesar 200 juta rupiah.

Akan tetapi, pada Januri 2022, NR baru menyadari bahwa tanah tersebut bukan milik SR, melainkan milik Trimah yang sudah dibuktikan dengan surat kepemilikan sah. NR meminta pertanggungjawaban pada SR. Tapi karena SR menolak, dia melaporkan penipuan tersebut ke Polsek Ambarawa. Kapolres Semarang sudah meringkus SR dan tersangka kini mendekam di balik jeruji. SR dikenai Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.

2. Penipuan Jual Beli Tanah di Mataram

Kasus penipuan juga terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kepolisian setempat menangkap tersangka penipuan dan penggelapan tanah seluas 500 meter persegi di Golong Lama.

Pelaku berinisial RI (31) adalah warga Kekalik Indah, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. RI berprofesi sebagai makelar tanah ditangkap di rumahnya pada Kamis malam, 27 Mei 2021. Diketahui korban bernama Hadi Sultoni (35) asal Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Berdasarkan penuturan Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, pelaku RI mengiklankan tanah 500 meter itu lewat akun Facebook pribadinya. Lalu korban Hadi melihat unggahan tersebut dan menghubungi pelaku.

Mereka berkomunikasi lewat WhatsApp. Demi meyakinkan korban, RI mengirimkan foto dirinya menunjukkan sertifikat tanah. Korban dan pelaku bertemu di lokasi tanah yang akan dijual, lalu menyepakati tanah tersebut dibeli seharga Rp1,4 miliar.

Korban mentransfer uang secara bertahap. Awalnya Rp10 juta pada 30 Juni 2019, lalu pada 8 Juli 2019 korban kembali mengirim uang sekitar Rp150 juta. Akan tetapi, setelah korban mengirimkan uang, pelaku tak memberikan respons. Akhirnya korban melapor ke Polresta Mataram. RI ditetapkan sebagai tersangka dan didakwa Lasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

3. Kasus Penipuan Jual Beli Tanah oleh Mantan Anggota DPRD Sumsel

Satreskrim Polrestabes Palembang menahan mantan anggota DPRD Sumatera Selatan periode 2009-2014, Sakim Budi Setiawan Homandala (56). Dia ditangkap atas tudingan penipuan jual beli tanah hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp19 miliar.

Peristiwa terjadi pada 2021 lalu. Sakim menawarkan tanah di kawasan Bypass Alang-Alang Lebar, Kelurahan Karya Baru, Palembang, pada korban berinisial TD. Akan tetapi, TD kemudian mengetahui tanah tersebut bukan milik Sakim. Jadi, dia dirugikan dengan total Rp19 miliar.

Namun kuasa hukum Sakim mengatakan bahwa dia hanyalah perantara. Sakim memiliki sertifikat resmi atas tanah yang dijual. Akan tetapi, setelah transaksi masuk ke rekening, mendadak ada laporan lain tentang klaim kepemilikan tanah di luar kuasa Sakim. Saat ini Sakim telah ditahan oleh Polrestabes Palembang dan terancam Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman lima tahun penjara.

4. Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Jamal Mirdad

 

Aktor senior sekaligus ayah dari Naysilla Mirdad, Jamal Mirdad, dilaporkan atas kasus penipuan jual beli tanah pada 4 Februari 2022.

Kuasa hukum korban, Mustolih Siradj, mengatakan bahwa korban Firdauz Nuzula telah membeli tanah di Sawangan, Depok dari Jamal Mirdad sejak 2015. Luas tanah itu berkisar 150 meter persegi dengan harga Rp490 juta. Namun, sejak melunasi tanah tersebut, Jamal tidak juga memberikan sertifikat tanah kepada korban. Komunikasi terakhir antara Jamal dan korban pun terjadi 2-3 bulan setelah transaksi. Saat itu, mantan suami Lydia Kondou ini masih menjabat sebagai anggota DPR.

Polres Metro Depok telah memeriksa lima orang saksi, setelah kasus ini dioper dari Polda Metro Jaya. Lima orang yang diperiksa terdiri dari tiga pihak pelapor, satu perantara jual beli, dan satu lagi rekan kelurahan setempat.

Adapun pengacara korban mengaku telah memberikan somasi pada Jamal sebanyak lima kali terhitung sejak Agustus 2020 hingga awal 2022, sebelum dilaporkan ke Polda. Jamal terancam dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP terkait tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini