Share

Siapa yang Berhak Berangkat Haji 2022? Ini Penjelasan dari Kemenag

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 09 April 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 337 2576135 siapa-yang-berhak-berangkat-haji-2022-ini-penjelasan-dari-kemenag-ntYYzLn4ij.jpg Makkah (foto: Reuters)

JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi mengumumkan akan menerima 1 juta jamaah haji tahun ini, termasuk itu dari Indonesia. Sebagaimana diketahui, selama kurang lebih dua tahun pelaksanaan ibadah haji mengalami pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah merumuskan kebijakan terkait siapa yang nantinya berhak berangkat ke Tanah Suci pada Tahun 1443 H ini.

"Kami dari Kemenag saat ini sedang perumusan kebijakan untuk memilih jemaah yang akan berangkat haji di tahun ini," ungkap Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief, Sabtu (9/4/2022).

 BACA JUGA:Arab Saudi Tetapkan Kuota 1 Juta Jamaah Haji, Menag Yaqut: Syukur Alhamdulillah!

Kendati demikian, sambung Hilman, jika merujuk pada data Kemenag makan jemaah yang akan berangkat yaitu mereka yang sempat tertunda 2 tahun lalu. Selain itu, lantaran batas usia maksimal yang diterapkan Saudi 65 tahun, maka jemaah yang berangkat diwajibkan berusia di bawah angka tersebut.

"Berdasarkan data kami maka yang berangkat di Tahun 2022 jemaah kita yang berhak di Tahun 2020, jemaah tertunda di Tahun 2020. Sekarang artinya adalah jemaah di Tahun 2020 yang usianya saat ini di bawah 65 tahun," jelasnya.

BACA JUGA:Arab Saudi Tetapkan 1 Juta Jamaah Haji Tahun Ini, Berapa Biayanya? 

"Pelaksanaan haji nanti jemaah bisa lebih selektif masalah usia karena bagaimanapun pandemi belum dicabut. Sehingga jemaah yang usia diatas 65 tahun tahun ini berdasarkan pengumuman itu belum bisa diberangkatkan," imbuhnya.

Selain itu, aturan yang berlaku yakni jemaah yang berasal dari luar Kerajaan Saudi wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19. Tes dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Dia menuturkan, kemungkinan besar kerajaan Saudi menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang lebih ketat ketimbang umrah.

"Ini agak berbeda dari kebijakan umrah ya. Dalam arti bahwa untuk haji ini lebih ketat, jadi kebijakannya itu ya agak berbeda," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini