Share

Serang Majapahit, Raja Kediri Andalkan Peran Intelijen

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Minggu 10 April 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 337 2576097 serang-majapahit-raja-kediri-andalkan-peran-intelijen-M2kCmxBtku.jpeg Prabu Brawijaya V (Foto: sangpencerah.id)

JAKARTA - Dalam penyerangannya kali ini, Prabu Gerindrawardhana atau Prabu Brawijaya V menggunakan siasat gaya tinju "hit and run" (memukul lalu berlari).  Strategi seperti itu tentu membuat lemah markas pertahanan benteng Majapahit.

Menurut buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit'. Tumenggung Supa yang menjadi manggalayuda Majapahit benar benar kewalahan menghadapi serangan demi serangan prajurit Kediri seperti itu.

Meskipun Majapahit telah mendapat bantuan tenaga personel prajurit dan logistik bahan makanan dari para adipati dan tumenggung dari daerah-daerah, namun tetap kewalahan.

Baca juga:  Serang Majapahit, Raja Kediri Gunakan Strategi Hit and Run

Bagaimana tidak, karena ketika prajurit Kediri menyerang Majapahit, kebanyakan prajurit Majapahit sedang bersantai-ria. Mereka, para prajurit Majapahit itu, barangkali memang tidak bersalah lantaran mereka tidak mengetahui kapan prajurit Kediri akan menyerang Majapahit.

Baca juga:  Diserang Kediri, Sabda Palon Endus Ada Kelemahan dalam Kerajaan Majapahit

Tumenggung Supa menuturkan, Prabu Girindrawardhana dibantu oleh seorang telik sandi yang hebat. Telik sandi memiliki arti seorang mata-mata atau intelejen.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sinuwun, siasat perang yang digelorakan Prabu Girindrawardhana itu jelas karena didukung oleh peran telik sandi yang hebat," ucapnya

Pasalnya, kubu Kediri selalu menyerang diwaktu yang tepat, yaitu disaat kubu Majapahit tengah rileks dan bersantai ria.

"Buktinya, mereka menyerang dalam keadaan yang sangat tepat, yakni ketika prajurit Majapahit bersama para prajurit dari Kadipaten-kadipaten sedang rileks. Akibatnya, setiap kali meletusnya peperangan, maka prajurit Majapahit selalu keteteran," lanjut Tumenggung Supa kepada Prabu Brawijaya V dalam suatu kesempatan.

Mendengar hal itu, hati Prabu Brawijaya V seperti tersayat sayat oleh belati tajam setelah mendengarkan laporan Tumenggung Supa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini