Share

Serang Majapahit, Raja Kediri Gunakan Strategi Hit and Run

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Sabtu 09 April 2022 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 337 2575880 serang-majapahit-raja-kediri-gunakan-strategi-hit-and-run-mSNzigZSWM.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PRABU Girindrawardhana memang disulut api cemburu dan bertekad penuh untuk menjadi penguasa di bumi Nusantara, meskipun prajuritnya banyak yang tewas dan terluka parah di medan peperangan, ia tetap menggembleng semangat para prajuritnya.

Baginya seperti tak ada kata menyerah dalam peperangan, meskipun menguras biaya, tenaga, pikiran, para personel prajurit, dan termasuk memfasilitasi bahan logistik berupa bahan makanan.

Semua yang ia lakukan itu demi mencapai satu tujuan, yaitu menjadi penguasa di bumi Nusantara dengan menggantikan kekuasaan Prabu Brawijaya V.

Seiring dengan berjalannya waktu, nampaknya Prabu Brawijaya V tetap bersikap pasif atas serangan yang dilakukan oleh Prabu Girindrawardhana. Padahal, pertahanan yang baik adalah menyerang, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh kubu Majapahit.

Prajurit Majapahit hanya menjaga wilayahnya, jika sewaktu waktu barisan prajurit Kediri datang menyerang, mereka siap menghadapinya dengan segala risikonya. Itulah sebabnya, Prabu Brawijaya V terus memperkuat prajuritnya dengan melengkapi semua peralatan perang.

Bahkan, guna menghadapi serangan Kediri, Prabu Brawijaya V menginstruksikan kepada para adipati dan tumenggung di daerah-daerah agar ikut berpartisipasi membantu Majapahit, yaitu dengan mengirimkan tambahan personel prajurit sekaligus menyediakan logistik bahan makanan.

Bukan hanya itu saja, karena biaya perang tak sedikit, maka Prabu Brawijaya V pun memerintahkan agar upeti daerah kadipaten-kadipaten dilipatgandakan.

Dengan bantuan para Adipati dan Tumenggung dari daerah-daerah, rupanya Prabu Brawijaya V merasa optimistis bahwa prajurit Kediri tak akan berani menyerang lagi Majapahit.

Follow Berita Okezone di Google News

Prabu Brawijaya V menduga keras bahwa keadaan Kediri tentu mengalami pasang surut akibat peperangan yang melelahkan.

"Aku kira Prabu Girindrawardhana tak bernyali lagi melakukan serangan kepada Majapahit! Toh, jika prajurit Kediri menyerang sewaktu-waktu, Majapahit sudah siap menghadapinya!" gumamnya merasa optimistis.

Tapi lagi-lagi dugaan Sang Baginda Raja Majapahit meleset. Meski jatuh bangun dalam mengongkosi biaya dan menyemangati perang melawan Majapahit, namun Prabu Girindrawardhana tetap memiliki semangat yang berapi-api hendak meruntuhkan kedaulatan Majapahit.

la pantang mundur, tidak menyerah sedikit pun demi mewujudkan tekadnya. Perang pun berkecemuk antara kedua belah pihak dan korban pun berjatuhan. Seperti model gaya tinju "hit and run" (memukul lalu berlari), siasat itulah yang diterapkan Prabu Gerindrawardhana dalam menyerang Majapahit.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini