Share

Usut Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Pejabat PT Pelindo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 08 April 2022 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 337 2575761 usut-korupsi-asabri-kejagung-periksa-pejabat-pt-pelindo-s9EBuoMY4W.jpg Kejagung (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Corporate Analyst pada PT Pelindo berinisial ANP. Dia diperiksa sebagai saksi kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero).

"Saksi yang diperiksa yaitu ANP selaku karyawan swasta (Corporate Analyst pada PT Pelindo), diperiksa terkait Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2019," kata Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana melalui keterangan resminya, Jumat (8/4/2022).

BACA JUGA:Korupsi Asabri, 2 Saksi dari Danareksa Sekuritas Diperiksa Kejaksaan 

Sedianya, keterangan ANP dibutuhkan sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Rennier Abdur R Latief (RARL) selaku mantan Komisaris Utama PT Sekawan Intipratama Tbk. Tak hanya itu, keterangan ANP dibutuhkan juga untuk menguatkan bukti-bukti korupsi tersangka RARL.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan untuk melengkapi pemberkasan dalam Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019," ujarnya.

Ketut Sumedana memastikan, pemeriksaan terhadap saksi tersebut dilakukan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M.

Sekadar informasi, Kejagung kembali menetapkan tersangka baru terkait kasus korupsi pengelolaan dana keuangan dan investasi di PT Asabri. Tersangka baru itu yakni, Rennier Abdul Rachman Latief (RARL) selaku mantan Komisaris Utama PT Sekawan Intipratama Tbk.

BACA JUGA:Eks Dirut PT Asabri Berencana Ajukan Banding, Ini Alasannya 

Kejagung juga telah menahan RARL pada Jumat, 11 Maret 2022. RARL sebelumnya sempat didakwa dalam perkara korupsi PT Danareksa Sekuritas berdasarkan putusan onslag dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 328 K/Pid.Sus/2022 tanggal 7 Maret 2022.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini