Share

Strategi Raja Majapahit Hadapi Serangan Kediri

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Jum'at 08 April 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 337 2574933 strategi-raja-majapahit-hadapi-serangan-kediri-RKKrnYBox2.jpeg Prabu Brawijaya V (Foto: sangpencerah.id)

JAKARTA - Serangan yang dilakukan oleh Prabu Girindrawardhana dan prajurit Kediri terhadap Majapahit jelas menjadikan perenungan panjang bagi Prabu Brawijaya V.

Hal ini tentu saja menjandi perbincangan antara Prabu Brawijaya V dengan Sabda Palon dan Naya Genggong, dua orang penasihat Majapahit.

Menurut buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', sebelumnya, Sabda Palon mengungkapkan dengan dilakukan penyerangan oleh Prabu Girindrawardhana, maka kemungkinan besar ia telah mengetahui kelemahan Majapahit.

Oleh karena itu, Sabda Palon mengimbau agar Prabu Brawijaya V hendaknya selalu meningkatkan kewaspadaan karena serangan dari Prabu Girindrawardhana bisa datang kapan saja.

Baca juga: Diserang Kediri, Sabda Palon Endus Ada Kelemahan dalam Kerajaan Majapahit 

Bagaimanapun, saran dan masukan dua orang penasihatnya Sabda Palon dan Naya Genggong sangat penting bagi Prabu Kertabhumi.

Baca juga: Kisah Raja Kediri Pimpin Pemberontakan kepada Majapahit

Selain itu, atas serangan Kediri kepada Majapahit itu nampak sekali bahwa tugas para telik sandi Majapahit seperti kecolongan sebab bagaimana ada serangan besar-besaran seperti itu tidak diketahui sejak awal?

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dalam perbincangan di istana Majapahit itu pun juga dibahas mengenai siasat atau strategi perang, antara lain dikemukakan bahwa pertahanan yang baik adalah menyerang. Tumenggung Supa pun merasa getem getem atau marah atas serangan Prabu Girindrawardhana.

"Sinuwun," ujar Tumenggung Supa, "bagaimana kalau kita serang saja Kediri? Daripada kita menunggu dalam kecemasan, bukankah lebih baik kita melakukan penyerangan kepada Kediri?"

Prabu Brawijaya V termangu. Hati dan pikirannya menjadi ragu, haruskah ia memerintahkan pasukan Majapahit untuk menyerang Kediri?

"Adhi Tumenggung Supa, daripada kita menyerang Kediri, rasanya lebih baik kita memperkuat barisan prajurit Majapahit, yakni dengan merekrut prajurit dalam jumlah besar guna menghadangi prajurit Kediri jiwa sewaktu-waktu datang lagi menyerang Majapahit." kata Prabu Brawijaya V lirih

"Kasinggihan, Gusti Prabu!" jawab Ki Tumenggung Supa.

Sesuai instruksi Sang Baginda Raja, sejak saat itu Majapahit mengadakan tiga agenda besar, yakni

1. Melakukan perekrutan prajurit baru

2. Mengadakan latihan perang secara intens

3. Lebih mengaktifkan lagi peran telik sandi Majapahit.

Hal itu, tak lain untuk menghadapi serangan Prabu Girindrawardhana yang dikhawatirkan datang sewaktu-waktu.

Jika serangan yang pertama saja dilakukan secara besar-besaran seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan bahwa Raja Kediri itu akan melakukan serangan lagi terhadap pemerintahan Prabu Brawijaya V sebagai Raja Majapahit yang sah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini