Share

Sidang Eksepsi, Pengacara Sebut Napoleon Tak Penuhi Unsur Pengeroyokan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 07 April 2022 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 337 2574870 sidang-eskepsi-pengacara-sebut-napoleon-tak-penuhi-unsur-pengeroyokan-ZxhNcqIJXx.jpg Napoleon Bonaparte (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - PN Jakarta Selatan kembali menggelar sidang dugaan kekerasan yang dilakukan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece di tahanan dengan agenda pembacaan eksepsi pada, Kamis (7/4/2022).

Dalam sidang, hadir Irjen Napoleon secara langsung di ruang sidang, hadir pula tim pengacara terdakwa, tim Jaksa, dan majelis hakim. Adapun nota pembelaan atau eksepsi sendiri dibacakan oleh tim pengacara Napoleon di ruang sidang, sedangkan Napoleon hanya mendengarkannya saja di kursi terdakwa.

"Isi Surat Dakwaan menguraikan rangkaian perbuatan terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte bertolak belakang dan tidak memenuhi unsur objektif dari Pasal 170 Ayat (2) ke 1 KUHP (Tentang Pengeroyokan)," ujar tim pengacara saat membacakan eksepsinya di persidangan.

Tim pengacara menyebutkan keberatannya atas dakwaan kesatu primair dalam eksepsi Napoleon. Pasalnya, adanya pertentangan dalam Dakwaan Kesatu Primair yang menyebutkan bahwa pada hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021 sekitar pukul 01.34 hingga 01.39 WIB di kamar sel nomor 11 Rutan Bareskrim Polri.

Di situ disebutkan, terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte baik bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan saksi Dedy Wahyudi, saksi Djafar Hamzah, saksi Himawan Prasetyo, dan saksi Hermeniko telah dengan terang terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka. Padahal, isi dakwaan itu menceritakan tentang perbuatan yang dilakukan para terdakwa lainnya.

"Napoleon Bonaparte yang melumuri bungkusan berisi kotoran manusia / tinja tersebut tidak dilakukan bersama-sama dengan orang lain, sehingga tidak memenuhi "dengan tenaga bersama" unsur sebagaimana diwajibkan untuk memenuhi dakwaan dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP," katanya pengacara lagi.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini