Share

Terhantam Badai, TNI AL Selamatkan Kapal Yacht Warga Australia

Riezky Maulana, iNews · Senin 04 April 2022 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 337 2572972 terhantam-badai-tni-al-selamatkan-kapal-yacht-warga-australia-1tpfSAebxy.jpg Foto: Dispenal

JAKARTA - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palembang menyelamatkan kapal jenis Yacht berbendera Thailand akibat dihantam badai di laut perairan Nipah Panjang. Adapun kapal Yacht itu berpenumpang dua orang.

(Baca juga: Kisah Soekarno Bentuk Pasukan Tengkorak Misterius untuk Lawan Marinir Belanda)

Selalu nahkoda atas nama Troy James Wild, seorang warga negara Australia. Kemudian, penumpang lain yaitu Blake James Wild, yang juga merupakan warga negara Australia.

Kejadian bermula saat prajurit TNI AL Koordinator Wilayah Binpotmar Nipah Panjang Peltu Mes Melfry dan Serma Mes Bambang Jumadi pada pukul 09.57 WIB mendapat laporan dari nelayan bahwa ada kapal asing yang terhantam badai di laut dan berusaha berlindung dengan masuk ke alur perairan Nipah Panjang, Jambi.

Menindaklanjuti laporan itu, Korwil Binpotmar Nipah Panjang langsung dengan segera melaporkan ke komando atas. Tak hanya itu, koordinasi dengan KSOP juga dilakukan untuk melaksanakan pemanduan dan evakuasi terhadap kapal asing tersebut.

"Selanjutnya Babinpotmar Nipah Panjang bersama nelayan langsung menuju alur pelayaran Nipah Panjang untuk melakukan SAR bekerja sama dengan KSOP berusaha memandu kapal asing tersebut agar masuk alur pelayaran Nipah Panjang," tulis Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Senin (4/4/2022).

Akhirnya pada pukul 11.05 WIB kapal asing itu berhasil tiba di alur pelayaran Nipah Panjang dan berlabuh jangkar di perairan Nipah Panjang sesuai yang ditentukan dan dilakukan pendataan terhadap personel asing.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Data yang didapatkan dari kejadian, bahwa kapal Yacht dengan nama Sun Trek berbendera Thailand, GT 16,32, dengan pelabuhan asal Pattaya Thailand. Dengan tujuan pelayaran pelabuhan akhir Australia," katanya.

Kadispenal menuturkan, kapal itu bertujuan untuk melakukan pelayaran wisata. Mereka berangkat dari Thailand sejak tanggal 22 November 2021.

Adapun rute yang diambil ialah Pattaya Thailand, Batam, Dabo Singkep, Jakarta, Semarang, Surabaya, Timor Leste, Papua dan terakhir Australia.

"Rencananya Yacht tersebut kembali melanjutkan pelayaran pada hari Senin 4 April apabila cuaca sudah kembali mendukung," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini