Share

Bagaimana Cara Menarik Minat Anak Muda ke Politik? Lembaga Survei IPO Punya Jawabannya

Nur Khabibi, MNC Portal · Jum'at 01 April 2022 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 337 2571854 bagaimana-cara-menarik-minat-anak-muda-ke-politik-lembaga-survei-ipo-punya-jawabannya-qRzwwGGmIG.jpg Dedi Kurnia Syah. (Foto: Webinar Perindo)

JAKARTA - Kalangan anak muda diketahui masih sedikit kesadarannya dalam hal politik. Terlebih dalam ajang yang valid seperti datang ke TPS memberikan suara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menyebutkan, rendahnya partisipasi kalangan pemuda tak lepas dari peran partai politik (parpol) itu sendiri. Menurutnya, selama ini parpol hanya melakukan pendekatan ke kalangan muda jika sudah mendekati masa-masa pemilihan.

"Mereka akan melakukan gerilya, melakukan kerja politik baik itu propaganda, persuasif, dan sebagainya itu hanya di masa-masa ketika kontestasi politik," kata Dedi saat mengisi webinar Mendorong Partisipasi Anak Muda dalam politik yang digelar Partai Perindo, Jumat (1/3/2024).

Dedi menuturkan, untuk menarik partisipasi pemuda dalam politik harus melakukan pendekatan jangka panjang. Kalangan muda tak akan tergiur dengan pendekatan parpol yang sebatas menjelang kontestasi politik dan hanya akan menerjunkan pemuda dalam politik era mediasi.

 Baca juga: Tama S Langkun Bergabung ke Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo Jelaskan Tugasnya

"Jadi anak muda itu hanya sebatas mediator saja bukan kelompok yang bergerak atau bukan kelompok pendobrak dari tradisi lama," ujar Dedi 

"Politik yang hanya dikuasai oleh kelompok-kelompok matang dalam usia maupun ekonomi sehingga anak-anak muda ini akan kesulitan untuk muncul," tuturnya menambahkan.

Dalam Webinar Partai Perindo dengan tema ‘Mendorong Partisipasi Anak Muda dalam Politik’, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan sulit untuk membawa pemilih muda ke ranah yang valid. Hal itu lantaran pemuda tidak stabil dalam isu-isu politik. 

"Mereka akan menyukai hal-hal yang sifatnya kontestasi, ikut meramaikan dalam hal festival, kampanye, dalam hal bisa digiring untuk membentuk opini publik termasuk juga bisa meramaikan di medsos," kata Dedi saat mengisi webinar Mendorong Partisipasi Anak Muda dalam politik, Jumat (1/3/2024).

Dedi menyebutkan, keramaian yang diikuti kalangan pemuda hanya sebatas prakontestasi. Pemuda cenderung enggan untuk ikut andil dalam kontestasi yang sesungguhnya.

"Akan banyak anak-anak muda yang terlibat dalam kampanye-kampanye politik, diskusi-diskusi politik, memasukkan perdebatan-perdebatan politik di media sosial dan tempat lain, tetapi dalam proses yang valid ketika ada pemilihan datang ke TPS (tempat pengambilan suara) itu tidak menjanjikan," ucap Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini