Share

BNPB Catat 1.137 Kali Bencana Alam Terjadi Selama 2022

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 01 April 2022 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 337 2571728 bnpb-catat-1-137-kali-bencana-alam-terjadi-selama-2022-EOIsZFGDZo.jpg Banjir Bandang di Sigi (Foto: Antara)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.137 kali bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Maret 2022.

"Kita lihat di tren 2022 ini adalah kejadian bencana hingga 31 Maret kita dalam 3 bulan pertama 2022 sudah 1.137 kali kejadian bencana," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (1/4/2022).

Aam, sapaan akrabnya, merinci beberapa bencana tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Di mana untuk banjir terjadi sebanyak 452 kali, tanah longsor 208 kali, cuaca ektrem 405 kali, gempa bumi 8 kali, kebakaran hutan dan lahan 56 kali dan gelombang pasang dan abrasi 8 kali.

Dari dampak bencana alam tersebut mengakibatkan sebanyak 79 orang meninggal dunia, 10 orang hilang, 1.671.301 warga mengungsi dan 602 orang luka-luka.

Baca juga: BNPB: Rentetan Gempa di Selat Sunda Tak terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ia menambahkan, hal tersebut tentunya menjadi perhatian semua pihak. Sebab, kata dia, jenis bencana alam hidrometeorologi basah terjadi hampir di seluruh pulau yang ada Indonesia.

"Dominannya di 2021 kita hidrometeorologi basah sehingga ini menjadi perhatian kita karena tren ini juga kemudian terjadi di 2022," jelasnya.

Baca juga: April Musim Pancaroba, BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem Angin Kencang!

Aam menjabarkan, pihaknya telah memetakan tujuh provinsi yang paling sering terjadi bencana alam hidrometeorologi basah. Ketujuh provinsi itu yakni, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan

"Nah dari tujuh provinsi ini dari data yang dimiliki oleh BNPB ini setiap tahun selalu menjadi Hotspot dalam artian provinsi-provinsi dengan tingkat kejadian bencana paling tinggi di Indonesia," ungkapnya," ungkapnya.

BNPB mengimbau bagi pemerintah daerah di tujuh provinsi tersebut agar benar-benar memerhatikan kondisi lingkungannya untuk dibenahi secara kolektif.

"Kami meminta untuk melihat kembali kondisi lingkungan, kondisi sungai, kondisi alam pegunungan yang selama ini menjadi daerah tangkapan air daerah resapan air, kondisi daerah sepanjang aliran sungai yang mungkin selama ini terjadi penyempitan terjadi pendangkalan itu harus benar-benar kita benahi bersama selanjutnya," pungkasnya.

Baca juga: 5.402 Bencana Alam Berlangsung Sepanjang 2021, BNPB Minta 7 Provinsi Ini Waspada

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini