Share

BNPB: Rentetan Gempa di Selat Sunda Tak terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 01 April 2022 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 337 2571700 bnpb-rentetan-gempa-di-selat-sunda-tak-terkait-aktivitas-gunung-anak-krakatau-nFB67ifnAu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wilayah Banten terutama di kawasan Selat Sunda diguncang rentetan gempa dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, hari ini saja terjadi dua kali gempa kuat dengan magnitudo (M) 5,0 dan 5,1 mengguncang wilayah Banten.

Kejadian gempa di wilayah Banten ini hampir bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga terjadi gejala peningkatan. Lalu, apakah hal itu menjadi saling terkait satu sama lain.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menegaskan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan gempa di Selat Sunda tidak saling berhubungan.

“Aktivitas vulkanik dan aktivitas tektonik biasanya tidak saling berhubungan,” tegas Aam saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (1/4/2022).

Baca juga: 5.402 Bencana Alam Berlangsung Sepanjang 2021, BNPB Minta 7 Provinsi Ini Waspada

Aam mengatakan kejadian aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan gempa di Selat Sunda yang beriringan hanya suatu kebetulan. “Jika aktivitas Krakatau saat ini terjadi beriringan atau bersamaan dengan aktivitas kegempaan di Selatan Banten, mungkin itu satu kebetulan. Meskipun dari satu kawasan geologi itu masih berdekatan.”

Baca juga: April Musim Pancaroba, BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem Angin Kencang!

“Jadi tidak saling memancing sebenarnya meskipun di beberapa kali kesempatan itu terjadi pada waktu hampir bersamaan,” tegasnya.

Aam pun mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda untuk tetap waspada.

"Imbauan kami tentu saja untuk masyarakat yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda di sekitar kawasan Gunung Krakatau dalam radius 5 sampai 10 km tetap waspada karena memang beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Krakatau memperlihatkan aktivitas vulkanik yang cukup aktif. Sehingga kita harus mewaspadai khususnya dalam radius 5 km,” ujarnya.

Baca juga: Gempa M5,1 Bayah Terasa di Jakarta hingga Pelabuhan Ratu

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini