Share

Kadiv Propam Sebut Penelitian Bersama Penting untuk Ungkap Penyebab Konflik TNI-Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 01 April 2022 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 337 2571390 kadiv-propam-sebut-penelitian-bersama-penting-untuk-ungkap-penyebab-konflik-tni-polri-qW9ypR5Jt7.jpg Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo (foto: dok pribadi)

JAKARTA - Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo mendorong perlu adanya penelitian bersama secara berkelanjutan untuk menganalisa penyebab dan menentukan rencana tindak lanjut permasalahan konflik antara TNI dan Polri yang kerap terjadi.

Hal itu disampaikan Sambo saat memberikan arahan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) POM TNI Tahun 2022 di Aula Gatot Soebroto Denma Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

“Bentrok antara aparat dianggap persoalan esprit the corps, kecemburuan sosial atau tingkat kesejahteraan, belum dilakukan penelitian sehingga tidak terbukti,” kata Sambo melalui keterangannya, Jumat (1/4/2022).

BACA JUGA:Polri: Saifuddin Tersangka Dugaan SARA, Pantau Kasusnya di Bareskrim 

Menurut dia, bentuk konflik yang terjadi antara TNI dan Polri kebanyakan akibat kesalahpahaman dan ketersinggungan, pelanggaran lalu lintas atau ketersinggungan dalam berkendara, perselisihan di tempat hiburan atau konsumsi minuman keras, balas dendam.

Oleh karena itu, Sambo mengatakan perlu adanya strategi pencegahan berupa gabungan pendidikan dasar dan latihan tempur sebagai upaya preemtive serta dibutuhkan penelitian berkelanjutan atau analisa penyebab menentukan tindak lanjut masalah konflik.

 BACA JUGA:Polri Akan Kejar Tersangka Penistaan Agama Pendeta Saifuddin di Amerika

“Kemudian strategi kerja sama sinergitas seperti komunikasi, koordinasi, kolaborasi dan intergrasi. Kalau kita kuat, maka konflik TNI dan Polri tidak terjadi, makanya membutuhkan sinergitas, pencegahan dan mitigasi,” ujar Sambo.

Selanjutnya, Sambo mengungkap konflik TNI dan Polri paling banyak terjadi di tahun 2021 didominasi oleh kesalahpahaman dan ketersinggungan. Selama 3 tahun terakhir, dari 3.493 kejadian menonjol, konflik TNI dan Polri menyumbang 0,80 persen kejadian menonjol atau 28 kejadian.

“Kita dianggap pilar keamanan negara, tetapi berkonflik. Tentu akan berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat, tidak berjalannya sinergitas dan soliditas TNI-Polri, serta tidak optimal dalam mendukung kebijakan pemerintah,” tandasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wal)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini