Share

Keturunan PKI Boleh Daftar TNI, DPR Singgung Tragedi Berdarah 30 September 1965

Kiswondari, Sindonews · Kamis 31 Maret 2022 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 337 2571222 keturunan-pki-boleh-daftar-tni-dpr-singgung-tragedi-berdarah-30-september-1965-rJgEVjfzQb.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah aturan seleksi penerimaan calon prajurit TNI dan membolehkan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftar sebagai calon prajurit TNI.

 (Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI, Ini Reaksi Golkar)

Hal itu diutarakan Andika saat memimpin rapat penerimaan Taruna Akademi TNI, Perwira Prajurit Karier TNI, Bintara Prajurit Karier TNI dan Tamtama Prajurit Karier TNI Tahun Anggaran 2022.

Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto melihat bahwa selama ini perekrutan calon prajurit TNI sudah sangat ketat. Dan juga mempertimbangan segala aspek.

 (Baca juga: Panglima TNI Tegaskan Keturunan PKI Bisa Daftar Jadi Prajurit)

"Saya rasa TNI selama ini telah memiliki standar penerimaan calon Prajurit TNI yang sangat ketat. Proses seleksi dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, baik itu aspek fisik, nilai akademis ataupun wawasan kebangsaan," kata Anton saat dihubungi, Kamis (31/3/2022).

Anton menyampaikan pesan bahwa dalam melakukan tes wawasan kebangsaan, perlu dipastikan agar calon prajurit agar tidak terpapar paham-paham dan ajaran-ajaran terlarang.

"Dalam tes wawasan kebangsaan, TNI harus memastikan calon prajurit TNI tidak terpapar pemikiran Leninisme, komunisme dan Marxisme yang merupakan ajaran terlarang berdasar TAP MPRS Nomor 25/1966," pesannya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Politikus Partai Demokrat ini, juga menyinggung sejarah kelam PKI tahun 1965. Menurut dia adalah pelajaran penting untuk bangsa ini. Oleh karena itu, segenap warga negara harus menjaga nilai-nilai kebangsaan, jangan sampai ideologi terlarang kembali bangkit.

"Kita harus senantiasa menjaga nilai nilai kebangsaan kita, jangan sampai paham paham idiologi terlarang bangkit kembali di Indonesia. Sejarah kelam PKI tahun 1965 cukup menjadi sejarah perjalanan Bangsa Indonesia," tandas Anton.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini