Share

Prajurit TNI dan Istri di Papua Gugur Diserang KKB, KSAD: Kejar Pelaku Sampai Ditemukan

Riezky Maulana, iNews · Kamis 31 Maret 2022 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 337 2571134 prajurit-tni-dan-istri-di-papua-gugur-diserang-kkb-ksad-kejar-pelaku-sampai-ditemukan-5C8YHeMQqo.jpg KSAD Jenderal Dudung Abduracman (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengutuk keras penembakan terhadap prajurit TNI AD dan istrinya yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yalimo, Papua.

Atas kejadian itu, prajurit bernama Sertu Eka Andrianto Hasugian dan sang istri Sri Leatari Indah Putri gugur.

"Atas kejadian penembakan terhadap prajurit TNI di Yalimo Papua, KSAD TNI Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan oleh pelaku penembakan," kata Dispenad dalam keterangan yang diterima, Kamis (31/3/2022).

Tak hanya itu, Jenderal Dudung juga meminta kepada Pangdan XVIi/Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa untuk mengejar pelaku. Pengejaran harus dilakukan hingga pelaku ditemukan.

"KSAD memerintahkan kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, untuk mengejar pelaku penembakan sampai dengan diketemukan dan dilakukan proses secara hukum," tulis Dispenad.

Baca juga: Kronologi KKB Teroris Aniaya Bayi dan Bunuh Keluarga Prajurit TNI

Dispenad menuturkan, KSAD Jenderal Dudung juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa itu. Dipastikan okeh Dispenad, hak kedua almarhum hingga masa depan keluarga korban juga akan diperhatikan.

"KSAD turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan akan mengurus hak-hak almarhum serta memperhatikan masa depan keluarganya," ungkapnya.

Baca juga: Biadab! KKB Teroris Bunuh Prajurit TNI dan Istri, Bayi Korban Ditebas hingga Jarinya Putus

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diberitakan sebelumnya, seorang Babinsa di Pos Koramil Yalimo, Sertu Eka Andriyanto, beserta istrinya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di Elelim, dianiaya dan ditembak hingga keduanya kehilangan nyawa.

Komandan Korem 172/PWY, Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan, mengatakan, dari laporan yang diterima, ada kelompok bersenjata menyerang anggotanya itu beserta keluarganya yang saat itu berada di ruko mereka di Elelim, Papua.

Akibatnya, Supriyanto meninggal di tempat akibat luka tembak, sedangkan istrinya, Sri Lestari, kehilangan nyawanya akibat luka benda tajam. Bahkan anak pasangan mereka, Elvano Putra (2,5 tahun), dua jarinya putus akibat terkena tebasan senjata tajam saat berada dalam gendongan ibunya.

Baca juga: Polisi Buru KKB Papua yang Bakar Gedung Sekolah dan Aniaya Warga Sipil di Intan Jaya

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini