Share

Kisah Soekarno Bentuk Pasukan Tengkorak Misterius untuk Lawan Marinir Belanda

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 31 Maret 2022 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 337 2570781 kisah-soekarno-bentuk-pasukan-tengkorak-misterius-untuk-lawan-marinir-belanda-qeA2AT4JzU.jpg Pasukan Kopaska/Antara

TENTARA Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memiliki sejumlah pasukan khusus yang disegani di dunia. Salah satunya Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang hari ini genap berusia 60 tahun.

Pasukan komando yang memiliki semboyan Tan Hana Wighna Tan Sirna atau tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi ini didirikan pada 31 Maret 1962.

(Baca juga: Tiga Jenderal TNI AL Pimpin Pasukan dari 'Neraka' Hancurkan Markas Musuh di Kepulauan Seribu)

Dilansir beragam sumber, pasukan yang mempunyai ciri khas memakai topeng tengkorak ini berkedudukan langsung dibawah Koarmada, dan bertanggung jawab langsung kepada KSAL. Pasukan khusus ini biasa mengemban tugas operasi rahasia seperti, operasi amfibi, operasi khusus dan lain sebagainya.

Kala itu, hubungan Indonesia dan Belanda memanas terkait perebutan Irian Barat. Presiden Soekarno memberikan instruksi, agar dibentuk Pasukan Katak yang dapat menyerang armada Angkatan Laut Belanda alias Koninklijk Marine (KM) yang memblokade Indonesia.

(Baca juga: Cantik dan Mematikan! Prajurit Kopaska Ini Curi Perhatian Terjun Payung dengan Pasukan Elite)

Mendapat perintah Bung Karno, Menteri Panglima AL Laksamana Madya Raden Eddy Martadinata tanpa pemberitahuan sebelumnya melaksanakan upacara peresmian berdirinya Kopaska di area Kolam renang senayan ketika para calon instruktur Kopaska sedang berlatih.

Upacara peresmian dilaksanakan dengan anggota upacara para Instruktur yang sedang berlatih sehingga tidak menggunakan pakaian resmi, bahkan tidak bersepatu. Peresmian yang mendadak ini dikarenakan tim akan diterjunkan ke Operasi trikora membebaskan Irian Barat.

Beratnya Pendidikan Kopaska

Untuk menjadi prajurit Kopaska tidak sembarangan. Harus memiliki mental dan fisik yang kuat. Oleh karena itu banyak yang tidak berhasil saat pendidikan untuk mendapat brevet Kopaska.

Fase latihan pertama selama 1,5 bulan diakhiri dengan hell week. Latihan ini sangat menguras pikiran dan tenaga karena para siswa baik Perwira, Bintara dan Tamtama digojlok tanpa pandang pangkat sesuai standar pasukan khusus.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Calon prajurit Kopaska juga mendapat ground training yang meliput mengenal parasut, melipat dan memperbaiki, cara pendaratan yang benar dan latihan loncat dari menara 34 kaki. Tak hanya itu, mereka juga akan dilatih melompat dari atas menara dengan ketinggian 250 kaki. Setiap pekan akan dilatih tiga kali terjung tanpa perlengkapan dan dua kali terjun dengan perlengkapan tempur.

Siswa juga mendapat keahlian terjun laut dengan perlengkapan khusus baik dari pesawat dan heli yang dinamai water jump. Tahap berikutnya adalah sabotase, kontra sabotase dan intelijen tempur. Materi yang menekankan pada konsep blue jeans soldier ini dilakukan selama 2 bulan sebagai lanjutan materi serupa yang telah mereka terima pada tahap Komando.

Mereka harus bisa mendata, mencari tahu berapa komposisi jumlah musuh, kapan saat lengah, demografi, menggalang simpatisan, dan waktu yang tepat untuk operasi penyerbuan atau penyergapan dengan senyap tanpa diketahui musuh.

Tahap terakhir dari pendidikan Kopaska adalah pendidikan penghancuran bawah air Underwater Demolition Team (UDT). Inilah keahlian khusus serta ciri khas pasukan katak di seluruh dunia. Teknik menjinakkan ranjau, patroli pantai, renang rintis, penyelaman laut dalam, selam dengan Scuba Close Circuit, sabotase kapal musuh dengan torpedo berjiwa, dan penyerbuan dalam laut dipelajari di sini. Karena pendidikan ini adalah bagian akhir dari pendidikan madya brevet paska, pelatih mengadakan latihan berganda yang mencakup keseluruhan materi yang pernah diberikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini