Share

Kisah Raja Majapahit yang Dikepung Lingkaran Keluarganya yang Muslim

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Kamis 31 Maret 2022 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 337 2570403 kisah-raja-majapahit-yang-dikepung-lingkaran-keluarganya-yang-muslim-ZHHlQn9Wz1.jpeg Prabu Brawijaya V (Foto: sangpencerah.id)

JAKARTA - Orang-orang terdekat Prabu Brawijaya V diketahui sebagian besar memeluk agama Islam, mulai dari enam orang putra-putrinya bahkan Sang Permaisuri pun juga beragama Islam.

Apalagi kini ditambah dengan kehadiran dua orang menantunya, yakni Raja Handayaningrat Adipati Pengging dan Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya. Hal itu diperkuat lagi dengan kehadiran Pangeran Jimbun yang sejak berada di Palembang telah dibesarkan di lingkungan agama Islam bersama putra Sang Baginda Raja, Raden Arya Damar Adipati Palembang.

Bahkan, kini Pangeran Jimbun telah menjadi bagian keluarga terdekat Sunan Ampel, yaitu setelah menjadi menantu Sang Sunan.

 Baca juga: Sunan Ampel Dapat Hadiah dari Raja Majapahit, Kira-Kira Apa Ya?

Meskipun begitu, rupanya masih tersimpan suatu dilematis besar dalam diri Prabu Brawijaya V. Berkecamuk dalam pikirannya antara tetap menganut agama lama Budha dengan memeluk agama Islam.

Baca juga:  Ketika Sunan Ampel Minta Dibuatkan Masjid Sederhana kepada Raja Majapahit

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Menurut buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', upaya untuk mengislamkan Prabu Brawijaya V ini pun juga dilakukan keluarganya sendiri mulai dari permaisurinya, Ratu Dewi Dwarawati yang merupakan seorang muslimah hingga anak-anaknya sendiri dan para selirnya yang beragama Islam.

Secara penampilan kasat mata, Prabu Brawijaya V memang tidak mempersoalkan masalah keyakinan agama, bahkan terkesan telah memberikan kelonggaran terhadap soal keyakinan agama kepada para keluarganya, tetapi siapa yang tahu bagaimana bisikan relung hati Baginda Raja yang terdalam?

Berkenaan dengan lingkaran keluarganya yang beragama Islam, terutama dengan Sang Permaisuri Ratu Dewi Dwarawati, tentu sedikit banyak menghadirkan persoalan pro-kontra di lingkungan istana maupun di daerah di bawah kekuasaan Majapahit. Selain pro-kontra, hal ini juga menimbulkan kritikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini