Share

Muhammadiyah: Baik Kriteria Wujudul Hilal maupun Kalender Islam Global, Ramadan Jatuh pada 2 April 2022

Tim Okezone, Okezone · Rabu 30 Maret 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 337 2570276 muhammadiyah-baik-kriteria-wujudul-hilal-maupun-kalender-islam-global-ramadan-jatuh-pada-2-april-2022-46h1pGYyFE.jpg Ilustrasi (Foto: istimewa)

JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah memutuskan awal Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada 2 April 2022.

Keputusan tersebut telah jauh-jauh hari diputuskan berdasarkan hisab hakiki kriteria Wujudul Hilal. Kriteria awal bulan menggunakan teori ini adalah telah terjadi ijtimak (konjungsi), pada saat terbenam matahari, bulan belum terbenam, dan pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk.

"Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif. Berdasarkan kriteria Wujudul Hilal ini, Pada hari Jumat, 29 Syakban 1443 H bertepatan dengan 1 April 2022 M, ijtimak jelang Ramadan 1443 H terjadi pada pukul 13:27:13 WIB. Sementara itu, tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ (LS) dan l = 110° 21¢ BT) = +02° 18’ 12”, artinya hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk," demikian dikutip dari situs resmu Muhammadiyah.or.id, Rabu (30/3/2022).

Sehingga, Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada hari Sabtu Pon, 2 April 2022 M. Dalam penentuan awal Bulan Hijriah, hingga saat ini Muhammadiyah masih menggunakan kriteria Wujudul Hilal dengan sifatnya masih zonal sehingga hanya bisa diterapkan di teritori Indonesia dan tidak bagi masyarakat Muslim di belahan dunia manapun.

Baca juga: Saran Muhammadiyah: Peserta dan Waktu Buka Puasa Bersama dan Itikaf Sebaiknya Dibatasi

Meski demikian, Muhammadiyah terus berusaha mengupayakan penyatuan kalender Islam secara global. Hal tersebut merupakan salah satu amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015.

Baca juga: Penetapan 1 Ramadan, Wapres: Mudah-mudahan Muhammadiyah dan Pemerintah Serentak

Dalam menyusun kalender Islam Global, Muhammadiyah berpedoman pada Keputusan Kongres Internasional Unifikasi Kalender Hijriah Global di Turki tahun 2016 atau yang biasa disebut dengan Kriteria Istanbul.

Berbeda dengan kriteria Wujudul Hilal yang lingkupnya hanya di Tanah Air, Kriteria Istanbul untuk awal bulan ini menjadikan bumi sebagai satu matlak. Artinya, apabila di suatu tempat di mana pun di muka bumi telah terjadi imkanu rukyat, maka itu dipandang berlaku bagi seluruh kawasan muka bumi.

Berdasarkan hal tersebut, Kriteria Istanbul ini meliputi, pertama awal bulan baru dimulai apabila terjadi imkan rukyat di belahan bumi manapun sebelum pukul 12 malam (00.00 GMT/07.00 WIB) dengan syarat ketinggian hilal minimal 5° dan elongasi minimal 8° pada saat terbenam matahari; 2) apabila imkan rukyat pertama di muka bumi terjadi melewati pukul 12 malam (00.00 GMT/07.00 WIB) bulan baru tetap dimulai dengan syarat: tinggi hilal minimal 5° dan elongasi minimal 8° terpenuhi serta telah terjadi konjungsi sebelum fajar di New Zealand, dan imkan rukyat terjadi di daratan Amerika bukan di lautan.

Baca juga: BMKG Sebut Hilal Awal Ramadan Sulit Teramati pada 1 April 2022

Berdasarkan kriteria tersebut, untuk awal bulan Ramadan 2022, konjungsi telah terjadi pada Jumat, 1 April 2022 pada pukul 06:24:21 WIB (sebelum pukul 00.00 GMT/07.00 WIB). Pada hari konjungsi, telah terjadi imkan rukyat di kawasan Amerika Serikat tepatnya di Kota Dallas, Texas, dengan tinggi bulan mencapai +07° 44′ 39″, sementara elongasinya memenuhi standar yakni jatuh di angka +09° 34′ 46″. Dengan data astronomi ini, 1 Ramadan jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022.

Kesimpulannya Baik Kriteria Wujudul Hilal maupun Kalender Islam Global, Ramadan Jatuh Pada 2 April 2022. Selain itu, kriteria Wujudul Hilal dan Kalender Islam Global memiliki prinsip yang sama yaitu pada aspek transfer imkanur rukyat. Hal ini berangkat dari hadis Nabi Saw bahwa kalau imkanu rukyat telah terjadi, diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebagaimana makna implisit yang berbunyi “berpuasalah karena melihatnya (liru’yatih).”

Baca juga: BRIN Sudah Prediksi Awal Ramadan 1443 H Pemerintah Beda dengan Muhammadiyah

Dengan demikian, penting diberlakukannya prinsip transfer imkanur rukyat ini. Perbedaannya, jika dalam Kalender Islam Global ruang lingkupnya seluruh permukaan bumi. Misalnya, imkanu rukyat yang terjadi di Dallas berlaku juga untuk kawasan New Delhi.

Sementara dalam kriteria Wujudul Hilal yang sekarang masih dipakai Muhammadiyah hanya untuk wilayah Indonesia. Misalnya, imkanu rukyat yang terjadi di Kepulauan Riau, berlaku juga untuk daerah Ambon atau daerah lain yang berada di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: BRIN Ungkap Teknologi Canggih Pemantau Hilal untuk Tentukan Awal Puasa Ramadan

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini