Share

Usut Kasus E-KTP, KPK Periksa Mantan Bos PT Pura Barutama

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 337 2569713 usut-kasus-e-ktp-kpk-periksa-mantan-bos-pt-pura-barutama-FRRPd1mXPp.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pura Barutama, Yohanes Moelyono S dan Yohanes Slamet. Keduanya akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Dua Karyawan PT Pura Barutama yakni, Suwandi Utomo dan Susan Suhartini juga dipanggil untuk diperiksa hari ini. Keempatnya bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, sekaligus melengkapi berkas penyidikan Paulus Tannos (PST).

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP elektronik), untuk tersangka PST. Pemeriksaan dilakukan di BPKP Perwakilan Jawa Tengah," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga:  KPK Kembali Selidiki Proses Persiapan Pengadaan e-KTP di PNRI

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Adapun, 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Baca Juga:  KPK Selidiki Lagi Keterlibatan Perusahaan Tersangka Paulus Tanos di Kasus E-KTP

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini