Share

Dua Marinir Tewas Diserang Pelontar Granat KKB Teroris, Jenderal Kopassus Turun Tangan

Antara, · Selasa 29 Maret 2022 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 337 2569701 dua-marinir-tewas-diserang-pelontar-granat-kkb-teroris-jenderal-kopassus-turun-tangan-XIzohQLRFb.jpg Mayjen Teguh Muji Angkasa/ ant

TIMIKA - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Teguh Muji Angkasa menegaskan tidak ada penambahan pasukan TNI di wilayah Kabupaten Nduga pascapenyerangan prajurit marinir di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada akhir pekan lalu.

(Baca juga: Brutal! KKB Egianus Kogoya Berondong Tembakan ke Bandara Kenyam Usai Tewaskan 2 Marinir)

Hal ini menanggapi gugurnya dua prajurit marinir yaitu Letnan Satu Marinir Anumerta Muhammad Iqbal dan Praka Anumerta Wilson Anderson Here. Keduanya tewas diserang pelontar granat milik KKB teroris pimpinan Egianus Kogoya.

"Kita tidak ada penambahan personel di daerah tersebut karena di situ sudah ada personel baik itu dari Kodim maupun Satgas Batalion Penugasan," kata Mayjen Teguh kepada awak media di Timika, Selasa (29/3/2022).

(Baca juga: Tangis Kekasih Pecah saat Menunggu Jenazah Perwira Marinir Lettu Ikbal yang Tewas Ditembak KKB)

Jenderal bintang dua yang malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini menegaskan, saat ini, situasi di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga sudah berangsur-angsur pulih. "Kondisi di sana sudah kondusif dan sudah terkendali," ujarnya.

Pangdam Cenderawasih menyebut penyerangan Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Nduga, pada Sabtu (26/3) hingga menyebabkan dua prajurit TNI AL meninggal dunia merupakan perbuatan kriminal sehingga harus dilakukan penegakan hukum terhadap para pelakunya. Atas kejadian itu, pihak TNI sudah membuat laporan polisi.

"Sesuai aturan yang berlaku saat ini, perbuatan mereka itu merupakan tindakan kriminal bersenjata, dan kami sudah membuat laporan polisi agar nanti ditindaklanjuti proses hukumnya. Para pelaku harus ditangkap dan diproses hukum," ujar Mayjen Teguh.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hingga kini pihak TNI masih terus melakukan penyelidikan secara mendalam soal senjata yang digunakan KKB saat melakukan penyerangan Pos Satgas Mupe Marinir-3 di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

"Masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui secara detail apa yang sesungguhnya terjadi di sana saat itu," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini