Share

Periksa Sekda Banjarnegara, KPK Usut Pencucian Uang Bupati Budhi Sarwono

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 29 Maret 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 337 2569674 periksa-sekda-banjarnegara-kpk-usut-pencucian-uang-bupati-budhi-sarwono-pKarNFMDkF.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjarnegara, Indarto. Dia bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono (BS).

Penyidik juga memanggil para saksi lainnya yang mayoritas adalah petinggi perusahaan swasta. Mereka adalah Komanditer PT Karya Adi Kencana, Khayub M Lutfi; Direktur PT New Cakti, Lalu Panji Gusangan; Direktur CV Citra Prima, Citra Reynantra; Ajudan Wali Kota, Mamat Rahmat; Dirut PT Brahmakerta Adiwira, Ir Yufizar.

Baca Juga:  Pimpinan KPK : Kepala Daerah Terima Suap Ibarat Orangtua Peras Anak-anaknya

Direktur CV Mungaran Cahaya, Wahyu Utama; Dirut PT Sentra Karyatama Prima, Erman Hendrawan; Dirut PT Promix Prima Karya, Ir Ahadiyat; serta Karyawan PT Artha Buana Mandiri, Abdul Muhyi. Keterangan mereka dibutuhkan untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan tersangka Budhi Sarwono.

"Hari ini, pemeriksaan saksi TPPU di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018 untuk tersangka BS. Pemeriksaan dilakukan di kantor BPK Perwakilan Provinsi D. I. Yogyakarta," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (29/3/2022).

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan Bupati nonaktif Banjarnegara, Budhi Sarwono sebagai tersangka. Kali ini, Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Budhi ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Baca Juga:  KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Penajam Paser Utara hingga Keluarga Politikus Muda Demokrat

Budhi Sarwono diduga telah menyembunyikan atau menyamarkan uang hasil dugaan korupsi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Banjarnegara ke sejumlah aset. Budhi diduga sengaja menyamarkan uang hasil korupsinya ke sejumlah aset agar tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan Budhi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan sejumlah penerimaan gratifikasi. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan orang kepercayaannya, Kedy Afandi (KA)

Dalam perkara korupsinya, Budhi diduga memerintahkan Kedy untuk mengatur proyek pekerjaan infrastruktur di Banjarnegara. Budhi juga diduga mengarahkan Kedy untuk menetapkan adanya komitmen fee terhadap para pengusaha yang ingin menggarap proyek infrastruktur di Banjarnegara.

Tak hanya itu, Budhi juga diduga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur. Diantaranya, membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR dengan mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Salah satu perusahaan milik keluarga Budhi yang ikut dalam proyek infrastruktur di Banjarnegara yakni PT Bumi Redjo. Budhi diduga telah menerima komitmen fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara, sekitar sejumlah Rp2,1 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini