Share

BMKG Sebut Hilal Awal Ramadan Sulit Teramati pada 1 April 2022

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Selasa 29 Maret 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 337 2569649 bmkg-sebut-hilal-awal-ramadan-sulit-teramati-pada-1-april-2022-amNhNvPgho.jpg Ilustrasi melihat hilal (Foto: Dok Okezone)

BEKASI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan pertimbangan ilmiah terkait penentuan awal bulan Ramadan. Hal ini dilakukan dengan memberikan informasi data-data hilal hasil perhitungan (hisab) dan melakukan observasi (rukyat).

Pengamatan BMKG, hilal pada tanggal 1 April 2022 terbilang masih cukup rendah. Sehingga hilal akan sulit teramati.

Baca Juga:  MUI: Jangan Ada Sweeping Pedagang saat Ramadan!

Dalam unggahan akun resmi @infobmkg, data hisab hilal saat matahari terbenam pada Jumat, 1 April 2022 yakni:

1. Tinggi hilal 1,12 derajat di Jayapura, Papua sampai 2,19 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

2. Elongasi 2,87 derajat di Merauke, Papua sampai 3,46 derajat di Sabang, Aceh.

3. Sedangkan, umur bulan 2,31 jam di Merauke, Papua sampai 5,39 jam di Sabang, Aceh.

4. Lag 6,44 menit di Jayapura, Papua sampai 11,33 menit di Tua Pejat, Sumatera Barat.

5. Fraksi Illuminasi bulan 0,06 persen di Merauke, Papua sampai 0,09 persen di Sabang, Aceh.

Baca Juga:  Kemenag Atur Ceramah Maksimal 15 Menit saat Ramadan, Apa Alasannya?

“Ketinggian hilal pada tanggal 1 April terbilang masih rendah sehingga akan sulit teramati,” tulis akun @infobmkg dalam keterangan unggahan, Selasa (29/3/2022).

Namun, BMKG tetap memberikan penetapan awal puasa seluruhnya kepada stakeholder. Diketahui, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib sebelumnya juga, mengatakan pihaknya akan menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443H pada Jumat 1 April 2022 sore.

“Pokoknya tanggal 1 (April 2022) kita tunggu hasil sidang isbat saja,” tulis akun BMKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini