Share

Diminta Mundur karena Nikahi Adik Jokowi, Anwar Usman: Tunggu Tanggal Mainnya!

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 27 Maret 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 27 337 2568566 diminta-mundur-karena-nikahi-adik-jokowi-anwar-usman-tunggu-tanggal-mainnya-IajuNfzOEl.jpg Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Anwar Usman angkat bicara soal munculnya desakan pengunduran diri sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), menyusul rencana pernikahannya dengan Idayati yang merupakan adik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anwar tak menjawab pasti terkait dengan desakan tersebut. Ia hanya memberikan pernyataan tunggu tanggal mainnya terkait dengan desakan tersebut.

"Wah sudah ya, nanti tunggu tanggal mainnya," kata Anwar di acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PA GMNI, Jakarta, Sabtu 26 Maret 2022.

BACA JUGA:Ketua MK Anwar Usman Nikahi Adik Jokowi, Mahfud MD: Tak Ada Konflik Kepentingan 

Sementara itu, terkait rencana pernikahannya, Anwar mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada sang pencipta.

"Itukan begini, ini kan semua kembali kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa," ujar Anwar.

BACA JUGA:Lamar Adik Presiden Jokowi, Anwar Usman Diminta Mundur dari Ketua MK 

Anwar Usman telah melamar adik Presiden Jokowi, Idayati pada 12 Maret 2022 lalu, dan keduanya berencana akan menikah pada Mei mendatang

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat meminta kepada Anwar Usman agar mengundurkan diri dari Ketua MK. Menurutnya, pernikahan pejabat publik dengan keluarga pimpinan negara, tidak sama dengan masyarakat umum.

"Mengingat Anwar Usman sebagai Ketua MK yang sedang menangani gugatan-gugatan terhadap pemerintah yang diajukan oleh sejumlah kalangan, seperti gugatan terhadap UU IKN (Ibu Kota Negara)," kata Nur Hidayat dalam keterangannya.

"Apalagi pemberitaan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu satu tahun kekayaan Ketua MK melonjak hingga Rp20 miliar," ujar mantan Ketua BEM Universitas Indonesia ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini